Ayo ngeBlog! » Profil Blogger http://www.ayongeblog.com ayo jadi blogger bermanfaat! Sat, 05 Nov 2011 06:41:30 +0000 en hourly 1 http://wordpress.org/?v=3.3.1 Enigma, Blog Pengungkap Misteri http://www.ayongeblog.com/2010/06/22/enigma-blog-pengungkap-misteri/ http://www.ayongeblog.com/2010/06/22/enigma-blog-pengungkap-misteri/#comments Tue, 22 Jun 2010 05:32:40 +0000 eka nugraha http://www.ayongeblog.com/?p=1100

Kredit foto dari sini

Di tulisan kali ini, kita akan berkenalan sedikit dengan sebuah blog yang buat saya cukup unik, blog ini bisa dikatakan telah memiliki basis penggemarnya sendiri, bisa dilihat dari grup facebook dan twitternya.

Blog ini bernama Enigma, blog yang memiliki konten unik karena membahas seputar misteri. Mulai dari UFO, fenomena alam, peristiwa misterius dan lain-lain. Kehadiran blog ini bisa dikatakan memberikan warna tersendiri untuk blogosphere Indonesia, karena topik misteri ini setahu saya sangat jarang dibahas di blog-blog Indonesia.

Artikel di blog ini mendalam, dalam arti, tidak hanya sekedar heboh-heboh memberitakan suatu misteri, namun juga disertai pembahasannya secara ilmiah dan berdasar sumber referensi yang kuat. Jadi bisa dipastikan membaca artikelnya kita akan mendapatkan informasi yang benar atau yang tidak (hoax). Saya menyarankan beberapa artikel yang cukup menarik seperti tentang mayat berjalan Toraja, fakta tentang global warming dan penampakan UFO di Kendari. Soal percaya atau tidak, kembali kepada para pembacanya :) .

Blog ini juga cukup interaktif lho, karena punya halaman khusus untuk bermain teka-teki yang rumit untuk dipecahkan  pembacanya, bisa dilihat di sini.

Beruntung, saya mendapatkan kesempatan wawancara dengan mas enigma (saya tidak tahu nama aslinya, karena seperti disampaikan di wawancara ini menurutnya itu tidak penting :) ). Wawancara ini dilakukan via email, jadi selamat membaca! :D

banner blog enigma

banner blog enigma

Bisa diceritakan bagaimana awalnya membuat blog enigma ini mas? Apa yang melatarbelakangi anda membuat blog enigma?

Awalnya, karena ngobrol sama teman mengenai misteri. Lalu, saya katakan kalau saya punya banyak kisah misteri. Lalu teman saya menyarankan untuk membuat blog yang berisi kisah-kisah itu. Karena saya juga ingin tahu bagaimana cara membuat blog, maka saya mencoba membuat sebuah blog.

Kenapa memilih nama enigma sebagai nama blog, dan juga xfile.enigma sebagai nama domainnya?

URL xfile-enigma adalah url instan yang terpikir oleh saya ketika saya memikirkan kata “Misteri”. Lalu, saya mengambil salah satu kata dari url itu untuk menjadi judul blog. Saya kemudian memilih enigma karena kata xfile identik dengan film seri The X-files.

Kenapa anda memilih topik tentang misteri-misteri di dunia sebagai bahasan dalam blog anda?

Seperti yang saya katakan di atas, topik ini adalah atas saran teman saya. Tapi, tentu saja topik ini juga merupakan topik favorit saya sehingga saya bisa menulisnya dengan lebih enjoy.

Sosok pembuat blognya juga kok kesannya misterius? Apakah disengaja?

Tidak, coba kamu buat blog dengan topik apa saja, lalu, jangan tampilkan nama asli dan foto kamu. Maka, dengan segera kamu akan menjadi sosok yang “misterius”. Itu cuma persepsi orang saja yang mengasosiasikan penulisnya dengan tema blognya. Saya tidak menampilkan nama dan foto karena saya anggap tidak perlu. Lagipula, semuanya kembali kepada tujuan pembuatan blog ini. Karena blog ini hanyalah proyek iseng yang disarankan teman, maka nama dan foto penulisnya menjadi tidak penting.

Di blog, anda menulis bahwa anda tidak akan menemukan membahas mengenai hantu, jin, tuyul, paranormal, mistik, klenik, horoskop atau ramalan. Alasannya?

Soal hantu, jin, tuyul, itu masuk domain keagamaan. Saya tidak menulis soal keagamaan. Soal paranormal, mistik, klenik, horoskop dan ramalan, saya pribadi memang tidak suka dengan semua topik itu. Saya berusaha menulis soal misteri yang apa adanya saja dan hampir tidak pernah menulis soal pseudoscience. Jika saya tidak enjoy menulisnya, maka saya rasa, tulisannya akan menjadi tulisan yang jelek.

Tagline “Selalu Ada Sisi Yang Lain” di header blog anda, apa yang ingin disampaikan?

Maksud tagline itu adalah, supaya para pembaca memahami kalau ada cara pandang yang lain dalam memahami semua masalah. Tidak perlu menjadi fanatik dengan sebuah cara pandang saja. Kalau ada cara pandang dengan argumen yang lebih masuk akal, maka tidak ada salahnya mempertimbangkan untuk mengadopsi cara pandang itu. Dengan memiliki pola pikir seperti ini, saya rasa akan bisa berdiskusi dengan lebih sehat dan cerdas tanpa membawa emosi.

Artikel-artikel di blog anda bentuknya cenderung kepada ulasan mendalam dan menunjukkan bukti-bukti terhadap apa yang dibahas, biasanya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu artikel?

Setelah menentukan sebuah topik, saya akan mencari referensi-referensi dari google yang kemudian web page nya saya save untuk dibaca kemudian. Nah, proses membaca dan  memahaminya butuh waktu sekitar 30 menit -1 jam, tergantung topik. Lalu menulisnya  juga butuh waktu sekitar 30 menit – 1 jam. Untuk topik yang lebih sulit, mungkin bisa  butuh waktu total sekitar 3-4 jam.

Di antara artikel-artikel yang pernah dibuat, mana yang paling berkesan? Dan apa alasannya?

Artikel yang paling berkesan adalah artikel yang berjudul “Rekayasa ular raksasa Borneo”. Alasannya karena artikel itu adalah artikel pertama yang saya tulis yang berisi analisa terhadap sebuah hoax.

Dikatakan bahwa anda menulis artikel berdasarkan media asing, apakah memang referensi tentang misteri-misteri yang anda ulas jarang dibahas di Indonesia?

Alasannya menggunakan media asing cuma satu. Karena sumber media Indonesia sangat terbatas sehingga saya kesulitan menemukan banyak referensi untuk mendapatkan berbagai sudut pandang.

Apakah anda pernah menemukan blog misteri lainnya di Indonesia?

Tentu saja. Link-link blog misteri lainnya ada saya taruh di sidebar tengah blog enigma di bagian “blog misteri”. Salah satu contohnya adalah blog misteri Hawkson di http://xnews-hawkson-blogmisteri.blogspot.com.

Dalam membahas satu hal di blog, faktor apa yang biasanya mendorong anda membahasnya? Apakah isu yang sedang ramai, permintaan pembaca, keinginan sendiri, atau yang lainnya?

Saya hanya menulis apa yang saya suka. Memang banyak pembaca yang meminta saya untuk menulis sebuah topik. Jika saya juga menyukai topik itu, maka saya akan menulisnya. Tapi jika tidak, maka saya tidak akan menulisnya. Keinginan pembaca itu bermacam-macam. 100 pembaca bisa punya 100 keinginan. Jadi, percuma jika kita berusaha memenuhi semua permintaan itu. Karena itu saya memutuskan hanya menulis apa yang saya suka. Pembaca terpaksa harus puas dengan itu.

Pernahkah mengalami artikel di blog anda dibantah karena bukti yang kurang valid atau kesalahan pembahasan?

Tentu saja. Dan menurut saya itu wajar saja. Kebanyakan topik yang saya tulis memang tidak memiliki kesimpulan pasti. Ada banyak pembaca yang memberikan koreksi terhadap tulisan saya, Jika saya setuju dengan koreksi itu, maka saya segera  mengkoreksi tulisan saya. Namun, jika para pembaca hanya “berpikir” atau “menganggap” kalau saya salah memberikan argumentasi tanpa memberikan bukti atas argumen mereka, maka saya membiarkan pendapatnya di kotak komentar untuk menjadi  bahan diskusi.

Sampai batasan seperti apa, anda yakin bahwa artikel yang dibuat sudah memenuhi verifikasi bukti yang tepat untuk dimuat di blog?

Ada dua jenis misteri, yaitu misteri yang belum terpecahkan dan misteri yang dianggap sudah terpecahkan. Keduanya akan selalu menjadi bahan perdebatan. Untuk beberapa tulisan seperti hoax, saya memberikan bukti-bukti yang saya temukan dan saya anggap  sebagai bukti yang kredibel tanpa berusaha memaksa orang lain untuk menerimanya.  Tentu saja, setiap orang punya definisi sendiri-sendiri mengenai istilah “bukti yang kredibel”. Untuk misteri yang belum terpecahkan yang memang tidak bisa disediakan bukti, yang terpenting adalah setia pada sumber tulisan. Karena itu pencantuman sumber beserta linkback menjadi wajib supaya pembaca juga bisa ikut memverifikasi tulisan kita.

Sampai satu tahun ini blog ini berjalan, misteri apa yang sampai sekarang ingin anda bahas? Alasannya?

Sayua kira tidak ada. Topik apapun yang ingin saya bahas, pasti akan segera saya tulis. Saya tidak punya keinginan terpendam mengenai satu topik pun.

Terakhir, apa yang anda harapkan ketika ada yang membaca blog enigma?

Saya berharap pembaca bisa memiliki wawasan yang lebih luas dengan menerima berbagai informasi dan ide yang berbeda. Dan saya berharap blog enigma bisa   menunjukkan kalau perbedaan pendapat itu menyenangkan.

]]>
http://www.ayongeblog.com/2010/06/22/enigma-blog-pengungkap-misteri/feed/ 41
Gracia Paramitha : Tentang Blog dan Cinta Lingkungan http://www.ayongeblog.com/2010/01/03/gracia-paramitha-tentang-blog-dan-cinta-lingkungan/ http://www.ayongeblog.com/2010/01/03/gracia-paramitha-tentang-blog-dan-cinta-lingkungan/#comments Sun, 03 Jan 2010 03:04:38 +0000 eka nugraha http://www.ayongeblog.com/?p=876
Delegasi Indonesia di COP-15

Delegasi Indonesia di COP-15

Sebelumnya Ayo Ngeblog! hendak mengucapkan Selamat Tahun Baru 2010 kepada teman-teman semuanya. Semoga di tahun yang baru ini teman-teman semakin semangat ngeblog dan membawa banyak perubahan positif bagi kita semua ya.

Untuk pembuka tahun yang baru ini, tentu akan semakin baik kalau kita bisa berbagi inspirasi dan pengalaman yang positif. Karena itu dalam artikel kali ini kita akan berkenalan dengan seorang blogger asal Sidoarjo, bernama lengkap Gracia Paramitha atau biasa dipanggil Grace. Grace ini sebagai seorang blogger memilih menuliskan postingan yang bertemakan cinta kepedulian terhadap lingkungan, niche yang nampaknya jarang tersentuh bukan?

“Saya mulai mencoba ngeblog sejak masuk kuliah di departemen HI (Hubungan Internasional), FISIP UNAIR tahun 2007 sekitar bulan Desember. Motivasi membuat blog adalah untuk mempublikasikan karya tulis yang pernah dibuat sebelumnya dan tentunya ingin mengikuti perkembangan zaman.” Begitu kata Grace ketika ditanya apa motivasinya ngeblog. Pada dasarnya gadis satu ini memang punya hobi menulis, khususnya menulis artikel, selain hobi lainnya seperti menyanyi, menari (Sampai sekarang ia biasa menarikan tarian Remo, tarian khas Jawa Timur untuk beberapa acara), membaca buku dan membuat lagu.

Grace yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa Hubungan Internasional, FISIP Universitas Airlangga Surabaya menjadikan isu lingkungan sebagai konten dalam blognya yang beralamat di theamazing-grace.blogspot.com ini sebagai wadah informasi dan hasil karyanya dalam memperjuangkan lingkungan, dari situ ia berharap informasi ini bisa terus terbagi dan tersosialisasi secara global. “saya menggunakan fasilitas blog sebagai media atau wadah dalam menjaring generasi muda lainnya untuk tergerak dan peduli dengan lingkungan.” Lanjut gadis berkacamata ini.

Berawal dari terpilihnya Grace sebagai Puteri lingkungan hidup 2002 yang diadakan oleh Tunas Hijau Club, salah satu LSM lingkungan lokal di Surabaya. Sejak saat itu, wanita yang pada tahun 2008 lalu menjadi Mahasiswa Berprestasi FISIP Universitas Airlangga mulai aktif dan terus berkampanye tentang lingkungan hidup bersama Tunas Hijau Club sampai sekarang. Bahkan beragam kegiatan yang berkaitan dengan isu lingkungan hidup membawanya berkeliling ke banyak tempat, misalnya dua kali pertemuannya dengan Presiden Indonesia SBY dan Megawati di Istana Bogor dan 2003 dan 2006 untuk perayaan Hari Flora dan Fauna Nasional serta Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Tak hanya Indonesia, Grace juga sudah mengunjungi beberapa negara seperti Australia dalam acara Millennium Kids International Environmental Children Conference tahun 2002 dan yang terakhir adalah Kopenhagen, Denmark dalam acara Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-15 (COP 15) pada tanggal 7-12 Desember 2009 lalu.

Grace dan Rombongan dari Indonesia

Grace dan Rombongan dari Indonesia

Selama di Kopenhagen Grace menjadi The Shadowing Negotiation Team, membantu tim Ibu Liana Bratasida dari Kementerian Lingkungan Hidup dalam Subsidiary Bodies for Implementation (SBI) Meeting, dari tanggal 7-12 Desember 2009. Pada tanggal 8 Desember ia mengikuti SBI opening plenary, di Kopenhagen ia juga mengikuti pertemuan informal antar negara yang membahas agenda capacity building. Tidak hanya Grace delegasi muda Indonesia yang berangkat ke Kopenhagen, selain Grace ada juga kedua rekannya Siti Nur Alliah dari Kalimantan Tengah dan Ghian Tjandaputra dari Jakarta.

Grace (kanan) bersama Siti Nur Alliah dan Ghian Tjandraputra

Grace (kanan) bersama Siti Nur Alliah dan Ghian Tjandraputra

Banyak gagasan atau ide yang ingin dibagi dan direalisasikan oleh Grace sepulangnya dari Kopenhagen. “saya berencana membuat simulasi negosiasi bagi generasi muda Indonesia di tahun 2010, bekerjasama dengan Kementrian Lingkungan Hidup, Kementrian Luar Negeri, dan British Council. Selain itu, saya juga mengusulkan kepada pemerintah kota Surabaya untuk mengurangi sampah kantong plastik dengan cara meminta kompensasi dana sebesar 3000-4000 rupiah dari pembeli jika berbelanja di hypermarket. Hal ini terinspirasi dari kebijakan lingkungan kota Kopenhagen” urai Grace yang juga jago berbahasa mandarin dan pernah menjuarai Debat Bahasa Mandarin ini.

Kalau teman-teman membaca blognya Grace teman-teman akan menemui artikel-artikel yang cenderung ilmiah dalam membahas lingkungan, menurut Grace yang juga pernah mejadi Co-Brand Ambassador of Pantene dalam acara “Siti Nurhaliza Cari bintang Pantene” artikel-artikel yang ditulisnya di sana sebagian besar memang merupakan tugas kuliahnya yang setelah dinilai dosen baru diposting di blognya. Menurutnya kampanye lingkungan lewat blog termasuk positif karena kampanye melalui blog dapat mengurangi sampah kertas dan semakin mempercepat jaringan pertemanan atau kerjasama secara global. Langkah alternatif ini juga bersifat praktis dan memudahkannya dalam membagikan informasi.

Jadi ngeblog pun bisa digunakan sebagai media kita menyelamatkan lingkungan hidup lho, sesuatu yang positif dan inspiratif bukan? Lagipula menyelamatkan lingkungan juga menyelamatkan diri kita sendiri, seperti pesan yang disampaikan Grace untuk kita semua agar semakin cinta lingkungan. “If you want to entertain yourself, entertain our beloved earth first! Ecotainment: Let’s entertain our mother earth! Save the planet!”

]]> http://www.ayongeblog.com/2010/01/03/gracia-paramitha-tentang-blog-dan-cinta-lingkungan/feed/ 18 Fahd Djibran; Ngeblog itu Menuntaskan Hasrat Narsismemu http://www.ayongeblog.com/2009/08/28/fahd-djibran-ngeblog-itu-menuntaskan-hasrat-narsismemu/ http://www.ayongeblog.com/2009/08/28/fahd-djibran-ngeblog-itu-menuntaskan-hasrat-narsismemu/#comments Fri, 28 Aug 2009 02:14:12 +0000 Ibn Ghifarie http://www.ayongeblog.com/?p=790 Konon, menulis merupakan petanda orang yang mencoba beradab. Pasalnya, peradaban terlahir dari ketulusan hati dalam menuangkan gagasanya melelui tarian pena. Tanpa itu semua niscaya kebudayaan akan tetap bertahan hingga di kenang orang.

Lemahnya, kebiasaan angkat pena dikalangan pelajar dan aktivis pergerakan membuktikan keberadaan kaum intelek sudah tak lagi akrab pada budaya tulisan, melainkan lisan.

Apa pun medianya; ngeblog, berkarya lewat menulis di harian umum, buku sekaligus mendirikan penerbitan adalah bagian penting dari upaya membangun peradaban beradab.

Mencoba mengikuti orang-orang besar sekaligus beradab dengan membudayakan menulis, maka IBN GHIFARIE dari Ayongeblog, berhasil mewawancarai FAHD DJIBRAN, penulis esai terbaik versi UNICEF Young Writer Award; DAR!Mizan Unlimited Creativity Award sebagai penulis terbaik (2006)Nominator Ahmad Wahib Award (2008); Nominator Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa untuk bidang kreatif (2009); dan Pemimpin Redaksi di Juxtapose Korporasidea, sebuah perusahaan penerbitan terkemuka di Yogyakarta via surat elektronik. Baginya, ngeblog dapat menuntaskan hasrat narsismemu. Inilah petikannya:

Bisa diceritakan awal perkenalan Anda dengan media online ini?

Perkenalan saya dengan blog dimulai pada tahun 2002. Saat blog mulai menjadi trend di Indonesia. Pada saat itu saya sudah memiliki akun blog yang diisi dengan tulisan-tulisan pendek yang menceritakan kehidupan sehari-hari (pertama kali, saya memperlakukan blog sebagai diary online).

Sampai sekarang saya sudah pernah punya beberapa blog, namun yang terakhir dan paling aktif di http://www.ruangtengah.co.nr yang berbasis blogspot dan di re-direct melalui http://freedomain.co.nr (sebenarnya saya juga punya akun di multiply, tapi hanya dengan format otomatisasi impor dari akun di blogspot).

Sejak tahun 2004 saya tidak lagi memperlakukan blog sebagai diary online melainkan sebagai “etalase” atau “galeri” karya-karya pribadi saya—terutama tulisan.

Kenapa memilih blog sebagai tempat mencurahkan segala ide?

Sebenarnya blog hanya salah satu medium aja. Itu tadi, saya memperlakukannya sebagai “etalase” atau “galeri”. Bagi saya, kalau pelukis punya galeri atau fotografer punya studio untuk memamerkan karya-karyanya, penulis harus punya juga donk. Tapi di mana penulis selalu bisa memamerkan karya-karyanya?

Mungkin di media massa, buku, atau lainnya. Tapi bukankah nggak semua karya (tulis) bisa dimuat di media masaa kayak koran atau buku? Terutama karya-karya “idealis” yang barangkali nggak match sama kehendak media massa atau penerbit (mungkin terlalu pendek, terlalu panjang, atau apapun).

Nah, di sini blog menjadi medium yang paling cocok untuk menyimpannya agar tetap bisa diapresiasi sebanyak mungkin orang. Lagi pula, di blog kita bebas menuntaskan hasrat idealism kita tanpa batasan-batasan apapun dari pihak manapun (selama tidak mengganggu dan meresahkan orang lain, tentu saja). Dan juga, blog akan menemukan pembacanya sendiri. Itu yang penting. :)

Manfaat apa saja yang dirasakan Anda atas kehadiran catatan harian online ini?

Sekarang sih saya nggak memperlakukan blog sebagai diary online lagi. Semua tulisan-tulisan saya di blog udah “direncanakan” dan “dikemas” dengan tujuan tertentu. Jadi manfaatnya ya sesuai dengan apa yang saya desain dan rencanakan itu, misalnya sekarang saya lagi bikin project  I Care I Share: Karena Bertanya Tak Membuatmu Berdosa (nanti saya ceritakan di pertanyaan berikutnya).

Manfaatnya secara umum sih saya jadi punya pembaca-pembaca baru setiap hari (1), jadi punya lingkaran pembaca yang lebih luas (2), jadi media komunikasi yang efektif dengan pembaca-pembaca saya sehingga saya bisa menemukan tema atau gagasan-gagasan karya saya berikutnya (3), dan banyak lagi.

Membaca blog anda terdapat project “Karena Bertanya Tak Membuatmu Berdosa: I care, I Share” apa yang diusung project itu?

Project itu sebenarnya follow up dari buku saya yang terbit di Gagas Media akhir 2008 lalu, A Cat In My Eyes: Karena Bertanya Tak Membuatmu Berdosa.

Project itu mengajak semua orang (terutama anak-anak muda) untuk bertanya apa saja. Pertanyaan yang dating dari pembaca blog akan dibahas setiap minggu menjadi sebuah topic diskusi yang akan didiskusikan baik di boks komentar di blog maupun di Facebook.

Sejauh ini respopnnya baik, pertanyaan yang masuk ke e-mail saya sudah hamper 100 pertanyaan. Saya memilih pertanyaan-pertanyaan yang paling marik setiap minggunya, saat ini sudah minggu ke-17 dana kan memasuki minggu ke-18.

Project itu berjalan sejak 25 Maret 2009 dan direncanakan sampai 25 September 2009 (20 pertanyaan). Pada perkembangannya project itu mendapat sambutan yang sangat baik, di Facebook sudah ada 1.800-an pengikut dan di blog ada 150-an.

Rencananya setelah pertanyaan ke-20, tema project-nya akan diganti dan project I Care I Share: Karena Bertanya Tak Membuatmu Berdosa akan ditransformasikan kedalam bentuk buku, semacam album pertanyaan.

Saat ini sudah ada empat penerbit yang berminat menerbitkannya, tiga di antaranya penerbit nasional. Ini juga manfaat lain dari blog buat para creative writers. :)

Kenapa dalam menjawab setiap pertanyaan selalu bersandar pada Iwan Fals?

Sebenarnya bukan bersandar, saya hanya menggunakan lirik-lirik lagu Iwan Fals sebagai medium penyampaian pesan. Semacam instrumentasi. Dalam dunia penulisan kreatif ada empat elemen penting, content, context, coherence, dan color.

Nah, saya menggunakan lagu-lagu Iwan Fals sebagai color dalam tulisan-tulisan saya (saya juga menggunakan metode narasi surat) agar pembacanya tidak merasa bosa dan tulisannya cair dan tidak terkesan menggurui (soalnya tulisan-tulisan di blog itu kan jawaban dari sejumlah pertanyaan).

Jadi itu persoalan teknik penyampaian gagasan melalui tulisan. Barangkali seperti gaya Covey dengan menyisipkan cerita-cerita atau seperti Salman Rushdie dengan teknik menyisipkan bahasa-bahasa symbol.

Di samping itu, sejak kecil saya adalah penggemar lagu-lagu Iwan Fals. Saya menghapal banyak sekali lagu Iwan Fals, mungkin hampir seluruhnya. Saya belajar menulis pertama kali dengan menulis ulang lirik-lirik lagu Iwan Fals.

Bagi saya, lirik-lirik lagu Iwan Fals memiliki kekuatan dahsyat, baik metafor dan ungkapan-ungkapan yang  ada di sana maupun mutan-muatan makna yang dikandungnya.

Nah, disamping menjadikannya medium penyampai pesan, saya juga ingin banyak orang membaca lirik-lirik lagu Iwan Fals yang dahsyat dan sarat makna.  Barangkali dengan dengan cara itu jadi semacam ucapan terima kasih untuk “guru” saya itu. :)

Anda bersama temen-temen mendirikan Juxtapose Korporasidea dengan tiga lini Penerbit Juxtapose, Penerbit Eduka, dan Penerbit MMP. Apa yang menjadi khasan dari Juxtapose Korporasidea?

Juxtapose Korporasidea adalah perusahaan yang dibangun dengan cita-cita menyejajarkan (juxtaposing) prinsip-prinsip bisnis konvensional (corporation) dengan kemewahan gagasan dan ilmu pengetahuan (idea).

Artinya sejak awal perusahaan ini memosisikan dirinya sebagai ‘rumah kreativitas’ bagi para pecinta dunia ide dan ilmu pengetahuan untuk menghadirkan produk-produk ‘pikiran’ mereka di ruang publik dan layak dipasarkan (from mind to market).

Perusahaan ini didirikan pada tahun 2006 oleh beberapa mahasiswa dan seorang senior mereka. Pada awalnya mereka bertujuan membangun aras baru karya-karya intelektual di Indonesia agar bisa membuka dan mengembangkan wawasan masyarakat pembaca

Indonesia secara luar.Dimulai hanya menerbitkan buku-buku terjemahan penulis terkemuka dari luar negeri, secara bertahap karakter Juxtapose Korporasidea menemukan bentuknya melalui karya-karya intelektual yang mewakili berbagai sudut pandang, secara serius dan modern.

Pada awalnya Juxtapose Korporasidea hanya memiliki satu imprint, yakni Juxtapose. Namun dalam perkembangannya, seiring dengan prinsip modern bussines dan creative paradigm yang dipegang teguh para generator gagasan dalam perusahaan ini, untuk menjawab kebutuhan perkembangan bisnis yang berkembang pesat, Juxtapose Korporasidea membentuk Kelompok Penerbit Juxtapose Korporasidea sebagai perusahaan induk (holding company) dan meluncurkan tiga imprint pada akhir tahun 2008, yakni Penerbit Juxtapose, Penerbit Eduka, dan Penerbit MMP. Tahun 2009 ada lini baru yaitu Saroba.

Sejak saat itu, Juxtapose Korporasidea terbagi dalam unit-unit yang otonom dan dinamis sehingga dapat beradaptasi terhadap cepatnya perubahan lingkungan bisnis perbukuan Indonesia.

Sudah seberapa banyak karya penerbitan Juxtapose Korporasidea ini?

Sekarang sudah lebih dari 100 judul sejak tahun 2006. Dari hanya menerbitkan satu buku sebulan di tahun pertamanya, Kelompok Penerbit Juxtapose Korporasidea kini telah mampu memproduksi lebih dari 10 judul buku per bulan atau mencapai 200 judul buku per tahunnya.

Sebagai perusahaan baru di bidang industri kreatif, khususnya percetakan dan penerbitan, Juxtapose Korporasidea telah menunjukkan kualitasnya dengan menerbitkan buku-buku terbaik dari penulis-penulis terbaik di Indonesia. Bahkan, pada bulan April 2009, Juxtapose Korporasidea meluncurkan program Hibah Penerbitan Naskah Kreatif senilai 200 juta rupiah yang disambut positif oleh berbagai kalangan penulis di tanah air. Program ini rencananya akan diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya.

Melihat pasar buku Indonesia yang terus berkembang—kini pasar buku Indonesia diperkirakan bernilai 7 – 10 T per tahunnya—dan peningkatan daya baca masyarakat Indonesia, Juxtapose Korporasidea berkomitmen untuk menjadi perusahaan penerbitan dan percetakan terkemuka di Indonesia yang menyajikan buku-buku bermutu dan berkualitas kelas satu.

Dalam upayanya menuju ke arah itu, Juxtapose Korporasidea melalui berbagai jaringan kreatif berbasis komunitas yang terus dijaga dan diperluas, terus-menerus melakukan yang terbaik untuk dunia pengetahuan dan kreativitas Indonesia.

Bisa diceritakan soal ide awal tentang hunting penulis-penulis muda kretif dan Hibah Penerbitan Naskah Kreatif senilai 200 juta?

Sebetulnya banyak penulis yang punya naskah yang siap diterbitkan, tapi kebanyakan dari mereka nggak sadar kelak naskah itu mau diapakan, dijual seperti apa, siapa pembacanya, bagaimana desainnya, dan seterusnya.

Banyak penulis yang mengira bahwa pekerjaannya selesai ketika naskahnya selesai ditulis dan selesai dicetak. Mereka lupa naskahnya harus sampai dengan baik ke tangan pembacanya. Di sini butuh banyak kerja dan strategi kreatif, mulai dari market mapping,  desain, strategi promosi dan lainnya yang juga harus disadarai para penulis (nggak bisa begitu saja mengandalkan penerbit dan distributor).

Nah, Juxtapose Korporasidea melalui hibah itu ingin menemukan penulis-penulis yang memiliki daya kreatif lebih besar, yang bisa menemukan pasar dan pembacanya melalui apa yang ia lakukan dengan naskahnya. Sebab buku adalah sebuah karya seni, ia terkait dengan banyak faktor.

Dan seharusnya penulis juga mendi seniman yang kreatif menegosiasikan banyak faktor itu agar karyanya diterima masyarakat pembaca.  Itu dari sisi penulis, kita ingin melakukan kerja penyadaran bahwa menjadi penulis bukan sekadar bikin tulisan—lalu sudah! Kita ingin mengajak para penulis memasuki era creative writing. Jadi penulis juga dituntut membuat desain karyanya sapai bagaimana karyanya bisa sampai pada para pembacanya.

Dari sisi penerbit sebenernya ini strategi pencarian naskah. Apa bedanya dengan menunggu naskah datang secara biasa? Minimalnya sebuah penerbit punya alokasi dana untuk mencetak sebuah buku pada kisaran 10-20 juta, bisa lebih tergantung oplag dan proses produksinya.

Kita main di oplag 2000-3000 eksamplar dengan proses produksi yang biasanya memakan biaya 20-an juta rupiah. Sebulan kita menerbitkan minimal 4 naskah, artinya 80-an jutaan sebulan untuk biaya produksi. Melalui program hibah itu kita nyari 10 naskah yang akan diterbitkan dalam tiga periode salama Agustus-Februari.

Sama saja bukan? Sama saja seperti mengeluarkan biaya regular untuk produksi. Dari 100-an peserta hibah, kita pilih 10 terbaik yang karya-karyanya akan kita terbitkan senilai masing-masing 20 juta rupiah.

Sudah sejauh mana perkembanga nasib para Pemenang Hibah Penerbitan Naskah Kreatif Juxtapose Korporasidea 2009 itu?

Sekarang sedang proses penerbitan tiga naskah pertama yang akan diterbitkan di periode pertama (Agustus-Oktober). Naskah-naskah lainnya masih dalam proses penyelesaian oleh masing-masing penulisnya.

Sambil didampingi oleh editor dari Juxtapose, semua penulis sudah menjalin komunikasi dengan masing-masing editornya. Sesuai dengan periode yang ditetapkan, masing-masing pemenang juga akan memasuki tahap perjanjian kontrak penerbitan dengan pihak Juxtapose Korporasidea.

Bagaimana dengan proyek WRITHINK IS AMAZING!?

WRITHINK IS AMAZING adalah program pelatihan menulis kreatif yang diselenggarakan oleh Juxtapose Korporasidea. Program ini mengajak para pesertanya untuk melakukan creative writhink.

Program ini direncanakan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan sekali, pesertanya dibatasi hanya 20 orang. Yang bebeda dari program pelatihan atau workshop menulis lainnya adalah, di akhir program karya seluruh peserta akan diterbitkan dalam bentuk antologi oleh Juxtapose Korporasidea.

Sekarang baru “gerombolan pertama”, saat ini sedang proses penerbitan buku antologi alumni gerombolan pertama. Temanya tentang Ibu. Dalam rangka menyambut hari Ibu 22 Desember nanti.

Dalam program ini peserta juga diajarkan konsep creative publishing, menerbitkan buku sebanyak ratusan eksamplar dengan modal hanya 20 ribu rupiah saja! Mau tahu caranya? Ayo ikutan WRITHINK IS AMAZING Gerombolan Kedua. :)

Sampai hari ini adakah semacam alumni buat “Gerombolan” pertama itu?

Ya, mereka menerbitkan karyanya secara bersama. Ada group di facebook, milis, dan sedang berencana biki blog bareng.

Ngeblog, berkarya di harian, menerbitkan buku dan mendirikan penerbitan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari tradisi menulis. Adakah kiat-kiat untuk tetap semangat menulis?

Seandainya kakek saya, semasa hidupnya menulis sesuatu, mungkin sekarang saya mengenal siapa dia. Tetapi itu tak pernah terjadi. Tak selembarpun tulisan yang diwariskan kakek pada saya.

Saya tak pernah tahu isi kepala kakek, selain bahwa dia adalah seorang lelaki tua leluhur saya. Maka jangan salahkan saya, jika saya lebih mengenal Karl Marx, Gabriel Garcia Marquez atau Pramoedya Ananta Toer, yang bukan siapa-siapa saya, daripada kakek saya sendiri.

Dendam itulah menjadi energi besar yang mendorong saya untuk terus menulis. Saya tak mau dilupakan sejarah. Saya mau jadi orang yang berkesadaran sejarah. Maka saya memutuskan untuk menulis. Agar kelak, jika cucu saya tak sempat tahu apa yang kakeknya pikirkan dan bicarakan semasa hidupnya, ia bisa mengenal kakeknya lewat tulisan-tulisannya. Setidaknya, menulislah untuk menuntaskan dendam itu. Bagi saya, tak perlu kiat dalam menulis. Menulislah dengan cara apa saja yang paling menyenangkan. :)

Pesan apa yang Anda akan sampaikan kepada mereka yang belum menulis dan ngeblog?

Pesan untuk menulis udah di atas tadi. Pesan untuk ngeblog: ngebloglah sebab ngeblog itu menuntaskan hasrat narsismemu secara lebih sehat dan positif. :)

Biodata Singkat

Fahd Djibran dikenal sebagai penulis kreatif kelahiran Cianjur, Jawa Barat, 22 Agustus 1986. Saat ini sudah menulis lebih dari 15 judul buku dan menjadi kontributor untuk sejumlah majalah dan terbitan kreatif.

Buku terakhirnya berjudul A Cat in My Eyes: Karena Bertanya tak Membuatmu Berdosa (GagasMedia, 2008) dan Qum! (MMP, 2009). Saat ini sedang mempersiapkan penerbitan Curhat Setan: Karena Berdosa Membuatmu Selalu Bertanya (GagasMedia, 2009).

Hobinya menulis mengantarkannya menjadi salah satu penulis esai terbaik versi UNICEF dalam UNICEF Young Writer Award dan DAR!Mizan Unlimited Creativity Award sebagai penulis terbaik tahun 2006.

Pada tahun 2008 menjadi nominator Ahmad Wahib Award dan pada tahun 2009 menjadi nominator dalam Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa Tahun 2009 untuk bidang kreatif.

Sejak tahun 2008 Fahd bekerja sebagai Pemimpin Redaksi di Juxtapose Korporasidea, sebuah perusahaan penerbitan terkemuka di Yogyakarta.

Fahd juga merupakan Chief Creative Officer pada perusahaan yang dia dirikan pada awal tahun 2009, Otak Kanan, bergerak di bidang design and creative consultant. Fahd juga sering diundang menjadi pembicara atau narasumber di berbagai seminar baik tingkat nasional maupun internasional, khususnya yang berkaitan dengan bidang kreativitas dan kepemudaan. [Ibn Ghifarie]

]]>
http://www.ayongeblog.com/2009/08/28/fahd-djibran-ngeblog-itu-menuntaskan-hasrat-narsismemu/feed/ 9
Kode Etik Blogger, Perlukah? (Obrolan Di Pesta Blogger 2009 Malang) http://www.ayongeblog.com/2009/08/03/kode-etik-blogger-perlukah-obrolan-di-pesta-blogger-2009-malang/ http://www.ayongeblog.com/2009/08/03/kode-etik-blogger-perlukah-obrolan-di-pesta-blogger-2009-malang/#comments Mon, 03 Aug 2009 03:22:08 +0000 eka nugraha http://www.ayongeblog.com/?p=774 Apa yang akan saya tuliskan kali ini tentang Pesta Blogger Malang 28 Juli lalu sebenarnya lebih bersifat notulensi saja. Pertama karena memang saya hanya hadir di Pesta Blogger saat sesi siang, saya tidak hadir pada sesi pertama di pagi hari (karena memang menurut Mas Sandy saat saya kontak sesi pertama tutorial blogging hanya untuk yang belum punya blog) dan sesi malam hari berupa gathering bersama komunitas Blogger Ngalam dan Panitia Pesta Blogger 2009 karena sore harinya saya pulang ke kampung halaman. Kedua, sesi siang hari ini memang berbentuk diskusi bersama Panitia Pesta Blogger 2009, yang dikomandoi Iman Brontoseno dan Komunitas Blogger Ngalam, atas dasar itu saya coba merekamnya dalam bentuk notulensi singkat, mudah-mudahan tidak mengurangi minat teman-teman tentang Pesta Blogger ini dan tetap bermanfaat. Berikut notulensi bebasnya :

Seperti yang sudah saya sampaikan di atas, Pesta Blogger 2009 yang untuk pertama kalinya dilaksanakan di Malang ini secara formal dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama, Tutorial Blogging dilaksanakan sejak pukul 09:30-12:00 WIB, pukul 12:00-13:00 WIB adalah waktu untuk istirahat dan makan siang. Kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dari pukul 13:00-15:00 WIB. Pada sesi inilah saya hadir, bertempat di ruang 3B lantai 3 laboratorium komputer kampus III Universitas Muhammadiyah Malang. Diskusi ini dipimpin langsung oleh Chairman Pesta Blogger 2009 Iman Brontoseno dengan topik yang menurut saya masih akan sangat panjang dibahas sampai Pesta Blogger beberapa tahun ke depan, yakni kode etik (Kecuali kalau sudah ada kode etik ya diskusinya tidak akan seputar itu lagi hehe).

Mas Iman mengawali diskusi ini dengan menyampaikan bahwa selama ini masih menjadi perdebatan panjang antara sesama blogger perlu tidaknya kode etik ini. Mereka yang mengatakan perlu, beralasan bahwa kode etik dapat melindungi blogger sendiri sementara yang tidak, beralasan karena blogger bukan profesi dan tidak memiliki institusi formal. Mas Iman yang siang itu mengenakan kaos panitia Pesta Blogger 2009 dipadu dengan kemeja warna biru terang yang tidak dikancingkan melanjutkan bahwa tidak adanya kode etik bukan berarti blogger tidak punya kekuatan, karena blogger meskipun bukan sebuah profesi dan tidak dinaungi sebuah institusi namun punya solidaritas yang kuat (Hal ini berbeda dengan di Amerika yang seperti diceritakan Mas Iman, mereka tidak mengenal istilah kopi darat seperti di Indonesia, sesame blogger tidak tergabung dalam sebuah komunitas), dipertegas lagi dengan catatan bahwa ketika ada blogger yang tersandung masalah semuanya siap membantu. Contoh terbaru adalah yang dialami Prita, meskipun bukan seorang blogger namun menurut pria bersuara bas ini keputusan dibebaskannya Prita tidak lepas dari dukungan para blogger (Sayang Ibu ini kembali diuji, semoga bisa segera bebas).

Pria berkacamata ini menambahkan contoh lain yang dialaminya sendiri, ketika postingannya tentang Soekarno diplagiat oleh seorang penulis dalam bukunya, masalah ini dibawa ke jalur hukum dan penulis itu terbukti bersalah. Nah menurut Mas Iman, ia justru mengetahui kalau tulisannya diplagiat dari rekan bloggernya di Makassar, di sinilah menurutnya kekuatan solidaritas para blogger. Kalau Chairman Pesta Blogger 2009 lebih bersikap “tengah” dalam diskusi kode etik blogger ini, Sandynata, pentolan Komunitas Blogger Ngalam justru lebih tegas dengan menyatakan bahwa kode etik blogger belum perlu untuk diterapkan, khususnya untuk Komunitas Blogger Ngalam sendiri. Saya sendiri sepakat dengan argument Mas Sandy ketika ia mengungkapkan bahwa cukuplah kita merujuk pada etika universal seperti menulis jangan huruf kapital semua, kalau mengutip cantumkan sumber, mengambil foto cantumkan juga sumbernya. Kyai Slamet, juga dari Blogger Ngalam yang mendampingi Mas Sandy juga menambahkan bahwa selama ini di Blogger Ngalam sendiri tidak ada kode etik, menurutnya dalam masalah etika blogger bisa menjadi korban atau pelaku, tinggal dikembalikan pada pribadi masing-masing.

suasana diskusi, mas2 berdua itu serius amat :)

Sesi tanya jawab yang disediakan cukup hangat, kebanyakan yang bertanya adalah mereka yang menjadi peserta tutorial blogging di sesi pagi hari, pertanyaannya seputar Blogger Ngalam itu seperti apa, ada pula yang menanyakan mengapa tidak mengirim ke media cetak saja dan ditaruh di blog padahal resiko diplagiat lebih tinggi (dijawab Mas Iman karena mengirim ke media cetak lebih sulit yang ditambahkan Kyai Slamet bahwa kalau tulisan kita diplagiat mestinya kita bangga, karena berarti tulisan kita bagus hehe). Namun dari beberapa pertanyaan peserta ada beberapa hal yang menurut saya cukup menarik seperti pertanyaan adakah sistem keamanan dalam blog? Mas Iman menjawab bahwa tidak ada sistem keamanan khusus di blog, kita juga tahu bahwa di internet sebuah informasi bisa berkembang sangat cepat dan bebas dikonsumsi siapa saja. Namun tetap kita jangan lupakan etika universal. Jawaban senada juga bisa dialamatkan pada pertanyaan tentang hak paten blog, selain itu menurut Mas Iman sejauh ini memang tidak ada dan belum diperlukan blogger mendaftarkan karyanya di blog, Kyai Slamet juga mengamini dengan menyatakan bahwa itu semua kembali ke moral pribadi masing-masing.

lumayan sesak tapi seru, yang tampak belakang itu mas iman brontoseno

Beragam masalah mengenai plagiat karya blogger, pencemaran nama baik karena sebuah tulisan di blog dan lain-lain menurut Mas Iman jangan menjadikan kita semua takut untuk menjadi blogger baik yang pemula maupun yang sedang menjadi blogger, apalagi saat ini citizen journalism sedang marak dan blogger bisa menjadi bagian dari itu. Diskusi ini berakhir sekitar pukul 15:00 WIB, tentunya belum dapat ditemukan kesimpulan tentang perlu tidaknya kode etik blogger karena memang pembahasan ini tidak akan cukup dalam waktu 2 jam saja. Namun dapat ditarik kesimpulan bahwa kita, blogger Indonesia punya kekuatan solidaritas yang tinggi sehingga ketika salah seorang di antara kita tersandung masalah, atau ada isu hangat terkait dunia maya blogger Indonesia siap mendukung dan mengawalnya, jangan pernah takut ngeblog. Ayo Ngeblog!

Notes : Foto-foto di atas, saya ambil dari blognya mas sandynata cerita lengkap seputar pesta blogger di Malang juga bisa dilihat di sana, termasuk sesi gathering malam harinya :)

]]>
http://www.ayongeblog.com/2009/08/03/kode-etik-blogger-perlukah-obrolan-di-pesta-blogger-2009-malang/feed/ 15
Citizen Journalism ala Workshop Blogger VHR Media dan SEACEM http://www.ayongeblog.com/2009/07/09/citizen-journalism-ala-workshop-blogger-vhr-media-dan-seacem/ http://www.ayongeblog.com/2009/07/09/citizen-journalism-ala-workshop-blogger-vhr-media-dan-seacem/#comments Thu, 09 Jul 2009 02:32:57 +0000 eka nugraha http://www.ayongeblog.com/?p=730 Sebuah kesempatan berharga dan langka saya dapatkan sekitar 2 minggu yang lalu, dimana saya terpilih menjadi salah satu peserta workshop blogger yang diadakan di Jakarta 24-25 Juni 2009 hasil kerjasama VHR Media dan SEACEM. Pelaksanaan workshop selama 2 hari ini berlangsung di Hotel Sofyan Tebet, saya katakan berharga dan langka karena ini adalah pertama kalinya saya mengikuti workshop blogger secara khusus dengan trainer yang kompeten pula. Pengalaman saya selama 2 hari workshop akan saya bagikan dalam catatan berikut ini, saya sarikan beberapa hal yang penting untuk sama-sama kita pelajari. Materi workshop blogger ini meliputi Video Jurnalistik, Penulisan Kreatif dalam Perspektif HAM, Online Marketing dan Twittering On Citizen Journalism. Berikut ulasan dan ringkasan materinya :

Hari 1 :

Saya tiba di Hotel Sofyan pukul 12:15 WIB setelah menempuh perjalanan Malang-Jakarta dengan kereta api Gajayana dan tiba di stasiun Gambir pukul 8:45 WIB. Setelah tiba di hotel dan menemui Mbak Yanti dan Mbak Dhiah dari VHR Media serta berkenalan dengan Mas Pry yang kemudian menjadi teman sekamar saya, saya check in ke kamar dan melakukan santap siang. Di sela-sela obrolan dengan Mas Pry dan Mbak Yanti sambil makan siang dating kemudian beberapa peserta seperti Mbak Memed dari Jogja, Mbak Wiwik juga dari Jogja namun sudah lama bekerja di Jakarta kemudian Mbak Dita dan beberapa peserta lainnya yang saya belum sempat berkenalan.

Sekitar pukul 13:50 dimulailah sesi pertama workshop yaitu perkenalan dari semua yang ada di ruangan serbaguna Hotel Sofyan tempat workshop. Perkenalan dimulai Mas Rudy Gunawan dari VHR Media, Pendiri Gagas Media dan penulis beberapa novel adaptasi film seperti Tusuk Jaelangkung, Cinta Silver dan Realita Cinta dan Rock n Roll, Mas Djati Direktur VHR Media, Sean Ang dari SEACEM sekaligus salah satu pemateri, Agnes peserta perwakilan dari IKOHI (Ikatan Orang Hilang Indonesia), Pry yang mengaku petani anggur alias penganggur (ini orangnya sendiri yang bilang lo), sempat setahun bekerja di koran lokal di Bogor, Saya sendiri dari Malang peserta termuda dan terbesar hehe, Abid dari ICW, Medina Wulandari dari Jogja, sedang kuliah Magister Psikologi UGM, Wiwik asli Jogja namun sudah lama bekerja di Jakarta sekarang mengelola website 21cineplex.com, Anandita Puspitasari yang berpengalaman lewat Microsoft Bloggership dan bekerja di LSM bidang pertanian dan kedokteran hewan di Bogor, Luluk pengelola website JATAM (Jaringan Advokasi Tambang), Vera guru di Bandung (kalau tidak salah, maaf mbak kalo salah soalnya ngomongnya cepet hehe), Lita pengelola website VHR Media, Dhiah yang mengurus jaringan antara VHR Media dan 300 radio di Indonesia, Kaka IT-nya VHR (juga yang ngurusin pendaftaran peserta) tak lupa Mbak Yanti dari VHR Media yang membawakan acara.

Sesi Perkenalan

Setelah sesi perkenalan, kurang lebih pukul 14:10 sesi materi pertama “Video Blogging” dimulai, pematerinya adalah Maran Perianen. Sesi ini dibuka dengan pengantar tentang kondisi di Iran yang tanpa pers, ketika pers umum diboikot maka peranan pers alternatif seperti citizen journalism diharapkan. Diputarkan sebuah video amatir yang menunjukkan kondisi di Iran yang penuh dengan kekerasan, di sana ditampilkan pengeroyokan terhadap seorang warga, Maran juga menyinggung kasus Manohara dalam wujud hasil liputan di televisi. Dari 2 contoh tersebut Maran memberikan penekanan bahwa dengan alat sederhana seperti kamera dapat merekam banyak cerita yang terjadi di sekitar kita dan memberikan pengaruh kepada audiens. Selain itu, kelebihan dari citizen journalism dibanding pers umum adalah berkuasanya diri kita sendiri atas produksi video sehingga tidak membutuhkan kru. Kita adalah produser, sutradara, penulis skrip dan lain-lain.

Sebelum memulai produksi, Maran memberikan materi dasar tentang teknik pengambilan gambar. Poin-poin penting tentang teknik pengambilan gambar adalah :

-    Ketika hendak merekam sebuah peristiwa, tidak perlu merekam semua kejadian, ambil yang penting-penting saja untuk menciptakan cerita yang menarik.

-     Kecuali memakai tripod, kita sebaiknya jangan merekam gambar dengan menggerakkan kamera ke kanan dan ke kiri (pans) dengan tujuan mengambil semua adegan. Akan lebih baik kalau kita merekam adegan per adegan agar gambar yang diproduksi tidak goyang.

-   Begitu pula ketika mengambil gambar secara zoom, jangan menekan tombol zoom dalam posisi kamera sedang merekam, matikan dulu tombol rekam zoom lalu direkam kembali (kecuali memakai tripod).

-     Ketika merekam wawancara dengan narasumber letakkan kamera tepat di depan kita sehingga si narasumber akan melihat ke arah kamera, lalu usahakan mengambil secara close-up dari bagian kepala sampai setengah badan, hal ini membantu audiens melihat si narasumber dengan lebih jelas.

-      Apa yang kita rekam harus memiliki makna dan berhubungan dengan tujuan video kita.

Vlogging with Maran

Setelah materi dasar tersebut, kami diberi waktu selama 10 menit untuk memikirkan ide cerita apa yang akan diproduksi dalam bentuk video, yang akan diunggah ke youtube. Sebenarnya sih idenya boleh tentang apa saja tapi para peserta menyepakati akan membahas tentang Hotel Sofyan namun dari berbagai aspek, namun ketika sesi presentasi ada yang merubah idenya seperti Mas Pry yang merubah ide ceritanya tentang pendapat masyarakat mengenai kasus Manohara.

Setelah itu selama kurang lebih 2 jam, dari jam 16:00-18:00 kami diberikan waktu untuk merekam gambar yang akan dihasilkan dalam video liputan. Sesi ini dikerjakan secara berkelompok, 1 kelompok terdiri dari 2 orang sehingga ada 5 kelompok.

Setelah pengambilan gambar, kami diberi kesempatan untuk makan malam sebelum kemudian melanjutkan proses editing dan meng-compile gambar yang sudah kami rekam. Masing-masing dari kami diberikan software untuk editing yaitu Adobe Premiere Elements 7.0 dan Adobe Director 11 serta software untuk mengkonversi videonya yaitu Handbrake. Setelah makan malam sekitar pukul 19:00 mulailah kami melakukan proses editing pada video masing-masing. Maran menginstruksikan bahwa video kami harus memiliki title, establishment shot, 2-4 interview, nama narasumber/posisi/lokasi dan nama kelompok pembuatnya. Pelatihan hari pertama ini berakhir kurang lebih pukul 21:30 dan akan dilanjutkan dengan pemutaran video serta pengunggahan ke youtube di hari ke-2.

Hari 2 :

Hari ini kami memulai pelatihan dengan sarapan terlebih dahulu pada pukul 08:00, sekitar pukul 9 kurang kami kembali masuk ke ruang pelatihan dan melanjutkan editing video (bagi yang belum selesai). Sekitar pukul 10:15 diputarlah video masing-masing kelompok, dan yang diberi kesempatan pertama adalah kelompok saya dan Pak Abid, kemudian kelompok Mas Pry dan Mbak Agnes (sayangnya mbak Agnes ini tidak hadir di hari ke-2, entah kenapa), berikutnya kelompok Mbak Memed dan Mbak Dita, lalu kelompok Mbak Vera dan Mbak Lita. Di hari ke-2 ini memang tidak dihadiri oleh peserta secara lengkap, selain Mbak Agnes yang tidak hadir, Bu Luluk juga baru hadir sore hari. Di hari pertama sendiri juga ada peserta yang datang terlambat, yaitu Pak Wijaya Kusuma yang baru hadir sore hari. Nah setelah pemutaran video masing-masing kelompok yang masing-masing direview oleh Maran, barulah kami diminta untuk mengunggahnya ke youtube dan sesi Video Blogging pun berakhir.

Pukul 11 lebih masuklah kami pada sesi materi ke-2 yang diberikan oleh Mas Rudy Gunawan dari VHR Media, materi ini berjudul “Menulis Kreatif Dalam Perspektif HAM” Mas Rudy menekankan tentang betapa mudahnya menulis bahkan dibanding pembuatan video seperti yang diungkapkan Maran di hari pertama. Betapa mudahnya menulis karena kita cukup menggunakan alat tulis dan kertas, tidak harus mesin tik, komputer  atau laptop. Tulisan juga bersifat abadi, tidak seperti video yang mungkin hanya sekali lihat kemudian lupa. Sesi materi ini dimulai dengan berbagi cerita tentang proses kreatif menulis masing-masing peserta. Kebanyakan peserta mengungkapkan bahwa proses kreatif menulis dalam blog masing-masing berawal dari curhat dan pendapat pribadi blogger tentang beragam peristiwa, yang kemudian berkembang tak hanya sekedar curhat tapi opini blogger tentang beragam hal. Satu contoh yang menarik adalah pengalaman yang diungkapkan Mbak Wiwik, blognya yang berjudul Gudangku awalnya hanya berisi curhatan dari kawan-kawannya, namun karena ditulis dan dikemas dengan menarik, akhirnya blognya pun ramai dikunjungi, begitu pula pengalaman yang diungkapkan oleh Pak Wijaya Kusuma, awalnya beliau sering mengirimkan tulisan-tulisannya ke Harian Kompas, namun tidak pernah dimuat. Akhirnya Pak Wijaya memuatnya di blog dan justru tulisan-tulisannya banyak disukai, diundang menjadi pembicara sehingga mendapat penghasilan pula dari ngeblog.

Sesi Menulis Kreatif dalam Perspektif HAM

Mas Megi Margiono dari redaksi VHR Media yang mendampingi Mas Rudy mengungkapkan bahwa kekuatan para blogger adalah tulisannya yang mencakup hal-hal yang tidak dimuat oleh media-media umum dan tulisan mereka yang tidak dikemas dengan gaya ilmiah. Beberapa poin penting dalam sesi menulis kreatif ini antara lain :

-     Menulis harus tetap berjalan dalam kondisi apapun, karena penulis adalah profesi yang melekat apapun profesi utamanya

-     5W+1H (What, Who, Why, Where, When dan How) harus diterapkan dalam tulisan, tidak hanya jurnalis tapi semua penulis.

-     Kalau mencintai dunia menulis karena mencintai dunia penciptaan, menulislah dalam keadaan apapun.

-     Kerangka tulisan/outline (membantu cari data, berguna untuk artikel, feature, reportase investigasi bahkan novel, agar fokus dan mendalam).

-     Menulis tanpa pretensi-tanpa beban, baik buruk tidak masalah, menulislah apa adanya.

-     Tidak ada bedanya, menulis dengan bercakap-cakap.

-     Penulis harus suka membaca,

-     Disiplin dalam menulis, alokasikan 2 jam sehari buat menulis tidak peduli berapa halaman yang jadi.

-     Kreativitas dan intensitas.

-     Menulis dengan jujur.

-     Prinsip kelogisan.

Sesi ini sempat dipotong dengan istirahat makan siang, setelah makan siang sekitar pukul 13:45 kami diberi tugas membuat sebuah tulisan (bentuknya bebas) tentang cerita dalam video yang sudah dibuat dalam sesi 1.  Sayangnya waktunya tidak cukup untuk membahas tugas peserta ini, sehingga tulisan sudah dibuat dikirim ke email Mas Rudy dan akan dibalas beserta pembahasan masing-masing tulisan.

Sekitar pukul 14 lebih dimulai sesi 3 yang berjudul “Online Marketing”. Pada awalnya saya berpikir, sesi ini akan membahas seputar dunia bisnis online, ya bisnis yang menjual produk atau jasa. Ternyata eh ternyata saya salah mengira, yang dimaksud “Online Marketing” dalam sesi ini adalah bagaimana seorang blogger itu berjualan artikel-artikel dalam blognya, maka Sean Ang sang pemateri memulai sesi ini dengan penekanan bahwa yang terpenting dalam blog adalah konten, konten yang dekat dgn pembaca. Kita harus mempromosikan blog kita terkait kontennya.

Tujuan dalam online marketing ini ada beberapa hal yaitu :

-          Meningkatkan jumlah pengunjung  yang unik (New Visitors).

-          Memastikan pengunjung kembali berkunjung ke blog anda (Visitor Loyalty).

-          Memastikan pengunjung lama berkunjung di blog anda (Bounce Rate, Average Time on Site).

Sesi Online Marketing dan Twittering On Citizen Journalism

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengukur hal-hal di atas adalah menggunakan google analytic, yang kemudian kami diajarkan cara mendaftar dan menggunakannya sayang koneksi di Hotel Sofyan saat itu sempat terputus, sehingga Sean melanjutkan ke pembahasan yang lain, yaitu 2 pendekatan yang dapat digunakan dalam online marketing ini, pendekatan pertama adalah menarik pengunjung ke blog antara lain :

-          Menyumbangkan artikel di website popular dan mentautkan ke blog.

-          Menjadi komentator di 5 blog terpopuler.

-          Menciptakan forum dengan topik-topik menarik di 5 forum online terpopuler.

-          Mencapai 50 blog yang membuat link ke blog kita.

-          Mendaftarkan blog kita di 5 blog agregator.

-          Menjadi yang pertama membuat postingan tentang isu terhangat setiap harinya

Tentang poin terakhir ini Sean memberikan sebuah tips menarik, tapi mungkin tepat digunakan oleh blogger yang memiliki koneksi internet sendiri di rumahnya. Setiap harinya sempatkan browsing di internet dini hari untuk mencari tahu isu apa yang menarik dan hangat hari itu lalu buatlah artikel tentang isu tersebut, maka hari itu blog anda bisa menjadi ramai hehe. Pendekatan kedua dalam online marketing ini adalah membangun komunitas yang bisa dilakukan dengan beberapa langkah berikut :

-          Mengundang 5 orang untuk menjadi komentator tetap di blog anda.

-          Bertukar komentar dengan 30 blogger.

-          Mengadakan pertemuan informal (kopi darat) seminggu sekali.

-          Membuat petisi, mengkoleksi email dan membangun milis.

-          Memanfaatkan blog anda sebagai bulletin komunitas.

Twittering On Citizen Journalism (Pukul 20:00)

Secara pribadi, ini adalah sesi yang paling saya tunggu selain sesi “Menulis Kreatif dalam Perspektif HAM”. Karena menurut saya penggunaan Twitter yang merupakan micro-blogging sebagai bagian dari citizen journalism sangatlah menarik, bagaimana fasilitas 140 karakter dapat digunakan sebagai alat kampanye, promosi dan pelaksanaan misi dibahas dalam sesi ini. Twitter seperti yang pernah dibahas Mas Edo di sini, sebenarnya bisa dimanfaatkan lebih dari sekedar fasilitas bersosialisasi di dunia maya. Beberapa contoh akun twitter yang dimanfaatkan untuk alat kampanye misi tertentu antara lain MrLinna yang mengkampanyekan persamaan gender dan thyrathanak yang mengkampanyekan kebebasan pers.

Apa yang dapat kita suarakan lewat Twitter terkait misi yang kita bawa masing-masing antara lain isu terbaru, mengulas item terbaru, merekomendasikan ide-ide dan kritik terhadap pemerintah. Kita harus bedakan muatan Twitter yang untuk pribadi dan untuk informasi. Setelah penjelasan tersebut, masing-masing peserta diminta untuk mengangkat isu-isu tertentu sebagai misi dalam akun Twitternya, misi-misi peserta adalah :

-          Mbak Memet = Life meaning searcher

-          Mbak Vera = Simple things to enlighten Indonesia

-          Mbak Lita = All about books

-          Bu Luluk = Peace cinta damai

-          Pak Abid = Bersama rakyat berantas korupsi

-          Mbak Wiwik = Lets talk about love

-          Saya = Promote how useful blogging is

-          Pak Wijaya = education for all

-          Mas Pry = Writing on water

-          Mbak Dita = Tweets about blog and online activites

Untuk mengoptimalkan Twitter sebagai citizen journalism, kami diajarkan cara menggunakan beberapa software seperti Tweetdeck, Twitpic dan Twitvideo. Di akhir sesi kami diberi “Pekerjaan Rumah” yaitu :

-          Mengupdate Twitter 2 kali seminggu terkait misi yang dibawa.

-          Membangun komunitas lewat Twitter.

-          Melatih kawan dan mengumpulkan pengikut di Twitter sekali sebulan

-      Melatih politikus untuk menggunakan Twitter dan meminta mereka agar pendukungnya juga ikut serta (yang ini menurut Sean akan dilaksanakan olehnya di Malaysia, tapi menurut saya bukan tidak mungkin suatu saat di Indonesia kita bisa melakukannya).

Pukul 21:30 pelatihan Workshop berakhir, melelahkan namun menyenangkan. Kami diminta untuk berbagi kesan masing-masing, saya pribadi mendapatkan ilmu tentang blog sebagai media citizen journalism lewat Vlogging, Writing On Blog dan Microblogging tersebut, sehingga semestinya tak ada alasan lagi untuk kita tidak memulai ngeblog. Sean juga mengungkapkan bahwa negara kita ini bisa menjadi contoh yang baik untuk perkembangan demokrasi di Malaysia, karena dibandingkan dengan Malaysia masih ada batasan-batasan bagi blogger untuk menulis seperti menulis tentang korupsi dan kerajaan.

Indonesia demokrasinya terus berjalan dan berkembang, kita para blogger bisa menjadi pengawal demokrasi tersebut, jadi tunggu apa lagi? Ayo Ngeblog! Semoga Bermanfaat.

Setelah WorkshopAtas (Ki-Ka) : Mbak Dhiah (VHR), Bu Luluk (JATAM), Pak Wijaya (wijayalabs.wordpress.com), Mas Rudy Gunawan (VHR), Mbak Dita (/category/profil_blogger/feed/nonadita.com), Mbak Yanti (VHR), Mbak Wiwik (wiwikwae.com/21cineplex.com), Mbak Lita (VHR), Mbak Vera (nverad.multiply.com), Mbak Memed (restlessangel.wordpress.com)

Bawah (Ki-Ka) : Mas Pry (prys.ilovebogor.com), Sean Ang (SEACEM), Mas Kaka (VHR), Mas Jati (VHR), Pak Abid (ICW), Saya Sendiri (Eka Nugraha;ekajazzlover.wordpress.com)

Yang Motret : Mas Agung (ELSAM)

Maran Pemateri Video Blogging pada saat sesi foto-foto ini tidak hadir karena sedang berada di lokasi syuting sinetron Manohara untuk melakukan wawancara :)

]]>
http://www.ayongeblog.com/2009/07/09/citizen-journalism-ala-workshop-blogger-vhr-media-dan-seacem/feed/ 11
Semua Gara-gara ngeBlog! http://www.ayongeblog.com/2009/04/08/semua-gara-gara-ngeblog/ http://www.ayongeblog.com/2009/04/08/semua-gara-gara-ngeblog/#comments Wed, 08 Apr 2009 03:01:04 +0000 wikan.pribadi http://www.ayongeblog.com/?p=631 Banyak perubahan yang terjadi dalam hidup saya setelah saya aktif ngeBlog, tidak terasa sudah 9 bulan saya berkecimpung dalam dunia perBlogan, saya ingin berbagi apa saja yang saya dapatkan karena ngeBlog:

- Relasi Bisnis Bertambah, ini suatu hal yang menurut saya sangat signifikan, setelah saya ngeblog, terdapat seorang sahabat ngeBlog yang menghubungi saya untuk saling berbagi, setelah sharing informasi dan saling menceritakan aktifitas masing-masing termasuk masalah pekerjaan, ternyata saya bisa menjajaki kerjasama bisnis.

- Di Liput Media, salah satu artikel saya tentang bisnis online, dimuat oleh salah satu media, yaitu tabloid PC Plus edisi 329 Tahun VIII 17-30 Maret 2009 dalam rubrik blog “Gaet Dollar Lewat Blog”. Terima kasih buat mba Keshi yang sudah meliput blog saya.

- Membuka Peluang Bisnis, setelah merasa cukup tahu sedikit, karena merasa banyak belum tahunya, akhirnya saya juga memberanikan diri untuk berkecimpung lebih dalam dengan membuat Jasa Bisnis Online dan Jasa Content Writer, di Blog$preneur.com.

- Menambah Sahabat Maya, berawal dari dua blog saya WikanPribadi.com dan Blog$preneur.com banyak sahabat ngeBlog yang akhirnya menjadi teman berdiskusi yang memperkaya wawasan dan pengetahuan saya dalam dunia ngeBlog.

- Bertemu Teman Lama, teman saya sewaktu smp dan sma menghubungi saya setalah melihat dan berkunjung di blog saya, dah akhirnya kami dapat bertemu setelah sekian lama berpisah, kita jadi reunian.

- Membuat Buku Bisnis Online dengan Blog, bukan merupakan hal yang sulit setelah saya memiliki blog WikanPribadi.com dan Blog$preneur.com, untuk menawarkan naskah kepada penerbit untuk membuat buku, alhamdulillah sudah ada 3 penerbit yang siap menerbitkan buku yang akan saya tulis, mohon doanya semoga dapat terselesaikan dengan baik dan dapat segera ditebitkan.

- Menambah Kesejahteraan, hal ini merupakan yang paling saya sukai sejak mengenal Blog dan mencoba untuk melakukan bisnis online, pendapatan saya dari ngeBlog dapat melebihi pendapatan pekerjaan utama saya :-)

Sebenarnya masih banyak lagi suka-duka dari ngeBlog, yang membuat Hidup saya Lebih Hidup, so tunggu apalagi buat kamu-kamu semua, AyongeBlog, dan rasakan manfaatnya.

Salam Blog$preneur
Wikan Pribadi

]]>
http://www.ayongeblog.com/2009/04/08/semua-gara-gara-ngeblog/feed/ 19
Oleh-oleh dari WordCamp Indonesia 2009 http://www.ayongeblog.com/2009/01/21/oleh-oleh-dari-wordcamp-indonesia-2009/ http://www.ayongeblog.com/2009/01/21/oleh-oleh-dari-wordcamp-indonesia-2009/#comments Wed, 21 Jan 2009 15:43:53 +0000 ilmanakbar http://www.ayongeblog.com/?p=475 Hari Sabtu-Minggu lalu, saya beserta 3 orang pengunjung setia Ayo ngeBlog! yang sekampus sama saya (karena gampang ngontaknya) hadir di WordCamp Indonesia 2009, acara kumpul-kumpul dan konferensi pecinta WordPress Indonesia. Matt Mullenweg, founder alias pendiri dari WordPress jauh-jauh datang ke Indonesia untuk dapat hadir dan berbagi di WordPress Indonesia 2009 ini. Sungguh sangat beruntung, kita bisa bertemu langsung dengan orang yang sangat menginspirasi tersebut..

Saya sudah menuliskan oleh-oleh insight yang saya dapatkan di blog saya: Oleh-oleh Inspirasi dan Pengetahuan dari Matt Mullenweg

Di tulisan ini, yang siap-siap aja bakal nggak terstruktur, gw pengen sharing apa aja yang gw dapetin dari Matt Mullenweg, baik itu yang ada di dalam sesi WordCamp, atau di sesi ngobrol-ngobrol aja di luar WordCamp. Mudah-mudahan inspirasi yang didapatkan darinya bermanfaat buat kita semua, dan akan ada lagi Matt-Matt berikutnya.. Amiin..

Dimulai dari hari pertama, yaitu hari Jum’at 16 Januari 2009. Ceritanya lengkapnya sudah gw tuliskan di sini.

Sabtu, 17 Januari 2009, yaitu hari pertama WordCamp Indonesia 2009, Matt membawakan topik yang judulnya “State of The Word” yang menceritakan cerita awal adanya WordPress dulu hingga sekarang dan versi 2.8 ke depannya. Gw masih nunggu slide presentasinya bisa di-download, karena gw nggak mencatat semua hal yang dia omongin. Terus pas hari Minggunya, 18 Januari 2009, Matt kembali bicara dalam WordPress Business Forum, ngomongin lebih ke arah bisnis dan entrepreneurship.

Sejarah awal WordPress itu dimulai dengan dia membuat website yang bernama B2. Karena tiba-tiba ditinggal oleh lead developernya, Matt pun merasakan dilema yang mendalam, apakah dia mau lanjut terus apa nggak.. Dia pengen banget bikin software yang sesuai keinginannya dia.. Dia nulisin itu di postingannya di http://ma.tt/2003/01/the-blogging-software-dilemma/. Karena satu komentar dari pengunjungnya (lihat komentar pertama dari Mike) yang menggugah hatinya banget-banget, Matt pun kembali bersemangat membuat software blogging yang sampai sekarang dinamakan WordPress.

Kenapa WP.com tidak mengizinkan pemasangan iklan, adsense dkk itu? (1) Matt bilang, dia ga pengen blog yang make WordPress itu berisi spam. Kalo ga salah, Matt tuh bilang 30% (tolong koreksi angkanya) dari blog di Blogger.com itu adalah spam. (2) Matt juga bilang, kalo yang paling penting itu, blogger menulis konten-konten yang berkualitas. Tahu sendiri kan blog yang banyak iklannya, isinya kalo ga kopi paste dari blog orang ya keyword-keyword porno (ini tambahan gw loh, bukan dari Matt, hehe)

Indonesia adalah salah satu pengguna WordPress terbesar di dunia! Lihat data yang dipaparkan sama Matt

Ia menyodorkan fakta bahwa setelah Spanyol, Bahasa Indonesia adalah Bahasa yang menempati urutan ketiga yang paling banyak digunakan dalam posting-posting WordPress. Indonesia pun adalah negara kedua terbesar di dunia yang pertumbuhannya paling cepat dalam penggunaan engine blog itu. Dalam 6 bulan terakhir tercatat 143.108 pengguna baru WordPress dari Indonesia dan telah ada 117.601.633 kunjungan melalui 40 kota di Indonesia. dari sini

Apa yang akan ada di 2.8? Matt bilang tidak akan ada banyak hal yang diubah atau ditambah, tim developer WordPress hanya menyelesaikan beberapa  rencana fitur yang belum sempat diselesaikan di 2.7, karena di 2.7 tim developer WordPress sibuk dengan perubahan drastis disain interface dashboardnya. Tapi pas dia ceritain satu-persatu (lengkapnya ada di slide), ternyata banyak dan oke banget kok perubahannya! Ini beberapa yang sempat tercatat: (1) bisa install dan update themes langsung dari dashboard (di versi 2.7 baru plugin), (2) image/gallery enhancements, yang membuat kita bisa nge-tag teman-teman kita di foto, mirip kaya Facebook. Matt menambahkan fitur ini karena dia sangat cinta fotografi, dan bilang bahwa foto itu adalah ’strong part’ dari kehidupannya, (3) WP 2.8 bakal lebih cepat, dengan mengurangi page load, (4) meningkatkan kompatibilitas dari berbagai plugin (sudah lebih dari 3 ribuan plugin yang ada di repository). Terus juga yang paling penting, karena semakin banyak website yang make WordPress sebagai CMS (bukan cuma buat blog), di 2.8 dst, WordPress akan lebih mudah lagi digunakan sebagai CMS.

selengkapnya di: Oleh-oleh Inspirasi dan Pengetahuan dari Matt Mullenweg

Khusus tentang dunia blogging, Matt Mullenweg membagi empat wejangannya:

  1. Fokus ke passion
  2. Jangan menutup diri
  3. Kunjungi ‘tetangga’
  4. Practice makes perfect

Begitulah, saat orang yang menginspirasi dapat ditemui secara langsung, banyak sekali pelajaran, insight, dan ilmu yang didapat, yang bisa membuat diri kita menjadi lebih baik lagi..

Oh iya, beberapa cerita tentang WordCamp Indonesia 2009 ini udah dicatet oleh beberapa blogger, seperti tercatat di bawah ini:

Link ke postingan tentang WordCamp Indonesia 2009

Hmm, meskipun empunya udah WordPress dateng ke Indonesia, tapi buat ngeBlog, apapun boleh lah! Mau Blogspot atau lainnya, silakan aja.. Yang penting ngeBlog!

Ayo ngeBlog!

]]>
http://www.ayongeblog.com/2009/01/21/oleh-oleh-dari-wordcamp-indonesia-2009/feed/ 18
Amril T. Gobel: Jadi Blogger Itu Membahagiakan… http://www.ayongeblog.com/2008/11/13/amril-t-gobel-jadi-blogger-itu-membahagiakan/ http://www.ayongeblog.com/2008/11/13/amril-t-gobel-jadi-blogger-itu-membahagiakan/#comments Thu, 13 Nov 2008 02:32:44 +0000 ilmanakbar http://www.ayongeblog.com/?p=396 Pengantar Ayo ngeBlog!

Dua minggu lalu, sahabat saya, Mas Amril T. Gobel memberitahu saya lewat email, bahwa dia baru menulis postingan tentang salah satu pengalaman ngeBlognya yang tak terlupakan.. Bahwa menjadi blogger itu sangat membahagiakan, karena tulisan yang kita bagi kepada masyarakat lewat blog kita akan sangat bermanfaat bagi orang lain, meskipun kita nggak pernah menyangka-nyangka tentang itu.

Mas Amril menceritakan pengalamannya lagi setelah dulu menceritakan keajaiban-keajaiban yang ia dapatkan dari aktivitas ngeBlognya. Bahwa ternyata lewat salah satu tulisan di blog-nya, ia bisa mencegah “kehancuran” sebuah keluarga. Bukankah itu benar-benar membahagiakan?

Jadi, percaya atau tidak, menjadi blogger itu membahagiakan, baik untuk kita sendiri, atau untuk orang lain..

Ini adalah tulisan dari blogger tamu Ayo ngeBlog!: Amril T. Gobel. Ingin mengirim artikel ke Ayo ngeBlog? kirim saja ke ilmanakbar[at]gmail.com

Jadi Blogger Itu Membahagiakan

Mata saya mendadak basah membaca email yang tiba di sekitar pertengahan bulan Agustus 2007. Email tersebut datang dari seorang suami yang tinggal di Jakarta dan telah 10 tahun menjalani kehidupan rumah tangga dengan sang istri yang cantik dan sangat dicintainya. Ia mengaku, tidak bahagia karena selama menjalani masa pernikahannya tersebut, belum dikaruniai anak sebagai penerus keturunan. Berbagai upaya telah dilakukan pasangan tersebut, baik medis maupun “mistis”, namun belum juga membuahkan hasil yang diharapkan.

Sampai akhirnya, ia mengaku memutuskan akan melakukan sebuah langkah yang sangat drastis dan dramatis : Menceraikan sang istri. Tekadnya sudah bulat, walau sang istri sangat menentang–meski akhirnya menyerah pasrah–pada keputusan sang suami. Lelaki itu menyatakan akan menyunting wanita lain untuk diperistri dan mampu memberikannya buah hati yang didambakannya sejak lama.

Tepat pada hari yang sama ketika ia bermaksud menuju ke Pengadilan Agama untuk mengajukan permohonan cerai,  saat “berselancar” internet di kantor, mendadak ia “terdampar” pada blog lama saya dan membaca posting berjudul “Desperate Seeking Child” yang saya tulis pada tanggal 11 Agustus 2007 ketika sedang menunggui Rizky yang sakit Typhus di Rumah Sakit.

Konon, usai membaca posting tersebut, lelaki itu spontan menangis didepan monitor komputer. Di hari itu juga ia memutuskan untuk membatalkan pengajuan permohonan cerainya pada sang istri di Pengadilan Agama. Ia mengucapkan terimakasih tak terhingga pada saya karena berkat posting saya diblog, ia menjadi tercerahkan hingga akhirnya mengurungkan niat untuk mengajukan permohonan cerai .

Ia mengaku mencetak posting saya diblog itu dan memperlihatkannya pada sang istri dirumah. “Kami tertawa dan juga menangis saat membacanya. Kami menemukan semangat disitu serta bertekad untuk terus berdoa, berikhtiar dan berjuang bersama dengan segenap cinta yang kami miliki dan akan tetap kami pelihara serta syukuri sampai kapanpun”. Begitu tulis lelaki itu di akhir emailnya yang membuat bulir-bulir airmata bening membasahi pipi saya.  Saya tak dapat menggambarkan bagaimana perasaan saya ketika itu. Haru, Kaget, Sedih, dan Bahagia campur aduk menjadi satu. Sayang sekali, saya lupa mengarsip email tersebut hingga kemudian email saya dibajak dan tak dapat saya akses sama sekali sampai sekarang.

Sepenggal episode diatas adalah salah satu diantara sekian banyak pengalaman batin saya yang sangat membekas di hati selama ngeblog kurang lebih 5 tahun.  Beberapa pengalaman sebelumnya, sempat saya tulis disini.

Sungguh, pada awalnya saya tak menduga catatan-catatan yang saya “tuangkan” di blog ini dengan spirit ingin bercerita dan berbagi kisah walau kerap disajikan dengan bumbu narsis (baik dengan porsi “ala kadarnya” maupun “over dosis” :D ), mampu memberikan efek dashyat yang tak terduga.

Saat menulis dan mengelola blog anak saya Rizky, beberapa kali saya menerima email tentang tips-tips mengasuh anak tentu termasuk resep-resep masakan yang cocok untuk anak dari sejumlah rekan-rekan blogger yang sebagian besar adalah ibu-ibu pengunjung tetap blog Rizky yang tak saya kenal apalagi bertemu sebelumnya. Istri saya sampai takjub (meski awalnya sempat curiga) saat saya memperlihatkan email-email tersebut padanya. Kami lalu menerapkan tips dan resep tersebut pada kehidupan keseharian kami dalam mengasuh anak.

Bagi saya, inilah sebuah berkah terindah  dari aktifitas ngeblog. Interaksi virtual dari blog yang dihasilkan melalui keajaiban internet memberikan begitu banyak pengalaman batin berharga. Yang mengesankan, Yang Mencerahkan, Yang membahagiakan.

Pertumbuhan blog di Indonesia yang sungguh spektakuler, seperti yang disinyalir oleh Enda Nasution hingga kini mencapai 500 ribu blog memberikan peluang tidak hanya semakin beragam dan kayanya ketersediaan informasi di dunia maya, namun juga membuka kesempatan dan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk saling bertukar pikiran, kisah, pengalaman dan pendapat tentang banyak hal secara terbuka, lewat blog, dalam spirit kebebasan berekspresi dan berkreasi.

Ah..jadi blogger sungguh sangat membahagiakan!  :D

Selamat Hari Blogger Nasional!

]]>
http://www.ayongeblog.com/2008/11/13/amril-t-gobel-jadi-blogger-itu-membahagiakan/feed/ 11
Raditya Danu: Pasang Surut Semangat Ngeblog: Lika-Liku Blogger Pelajar http://www.ayongeblog.com/2008/11/09/raditya-danu-pasang-surut-semangat-ngeblog-lika-liku-blogger-pelajar/ http://www.ayongeblog.com/2008/11/09/raditya-danu-pasang-surut-semangat-ngeblog-lika-liku-blogger-pelajar/#comments Sun, 09 Nov 2008 14:28:44 +0000 wikan.pribadi http://www.ayongeblog.com/?p=382 Sehari setelah mem-posting Inikah yang namanya seruan Ayo ngeBlog!, masuk sebuah email dari seorang sahabat Ayo ngeBlog di inbox wikan.pribadi@gmail.com saya, semoga makin membuat kita saling menyemangati dan memotivasi untuk tetap dan selalu berada di jalan Ayo ngeBlog!, karena menurut saya, untuk itu lah mengapa Ayo ngeBlog! ada. Salut buat iLm@N sebagai pendiri Ayo ngeBlog!, semoga tujuan dari Ayo ngeBlog bisa kita capai bersama, sekali lagi AYO NGEBLOG!

ini adalah tulisan dari blogger tamu Ayo ngeBlog!: Raditya Danu

dari Raditya Danu
ke wikan.pribadi@gmail.com
tanggal 8 November 2008 20:53
subjek PASANG SURUT SEMANGAT NGEBLOG: LIKA-LIKU BLOGGER PELAJAR
dikirim oleh gmail.com

Salam kenal mas, terus terang saya sangat terkesan dengan mas wikan, benar-benar blogger yang berdedikasi, mungkin saya bisa menjadikan mas wikanpribadi sebagai blogger panutan saya. sebenarnya e-mail ini sudah pernah saya kirim ke ms Ilman, tapi ndak tahu apa sibuk ya? karena belum ada reply, mungkin kalau saya kirim ke mas wikanpribadi ada respon. terima kasih mas.. Oya saya pengin nyumbang tulisan ke AyongeBlog.com mas, barangkali bisa dipertimbangkan. Monggo dipun waos…………

PASANG SURUT SEMANGAT NGEBLOG: LIKA-LIKU BLOGGER PELAJAR

1. Perkenalan dengan dunia Blog

Salam, saya blogger newbie pelajar kelas 2 SMA. Di Ayo NgeBlog! Inilah saya mulai terlecut semangatnya untuk serius terjun ke dunia blogging, walaupun sebenarnya saya tahu apa itu blog sejak kelas 3 SMP, namun baru semangat setelah ‘tidak sengaja’ meng-klik banner AyoNgeBlog! Di salah satu blog yang saya kunjungi. Setelah membaca sekilas tulisan-tulisan di AyoNgeBlog, segera saja saya membuat account sekalian dengan blognya di blogspot.com, ditambah dengan segala macam widgetnya berupa shoutmix, peta pengunjung, dan ‘angin surga’ Google Adsense. Betapa bangganya punya blog untuk kali pertama.

Sebenarnya, saat itu saya tidak tahu tujuan saya ngeBlog, yang saya pikirkan saat itu hanya mengikuti trend saja. Copycat sana-sini, mengutip dari buku, dan menyadur dari encarta adalah cara saya untuk mengisi postingan blog untuk pertama kali, namun lama-lama saya mulai gerah. Bagaimana tidak, makin lama saya blogwalking, makin banyak saya temui owner blog yang seumuran saya namun bisa menghasilkan tulisan-tulisan berkualitas sekelas jurnalis profesional. Apa lagi setelah saya beli buku Handbook for Blogger karangan mas Michael Firewall, mulai saat itu saya berkomitmen untuk benar-benar ‘merawat’ blog saya dengan posting orisinil dan bermutu.

2. Blogging: Semangat… loyo lagi… semangat…. loyo lagi…

Semakin lama, kegiatan blogging semakin tidak bisa terlepas dari kehidupan sehari-hari saya, mulai sekadar ngecek pengunjung, menata layout, menambah widget sampai menambah posting hampir setiap hari saya lakukan. Namun blog saya tetap saja sepi pengunjung dan tidak keluar di seacrh engine, hal itu membuat saya benar-benar frustasi. Memiliki blog yang ter-update setiap hari namun sepi pengunjung seperti terdampar di pulau tak berpenghuni, berteriak kesana-kemari tapi tidak ada yang melihat. Hal tersebut membuat saya jenuh dan vakum selama hampir dua minggu tanpa kegiatan blogging sama sekali.

Semangat pun datang kembali setelah saya mengunjungi AyoNgeBlog! Dan membaca tulisan dari mas WikanPribadi, yan gselalu setia terhadap blognya, yang selalu semangat untuk berbagi dan bisa menghasilkan 60 posting sebulan! Hal itu membuat saya kembali berapi-api, dan semakin berapi-api setelah tahu bagaimana caranya mempublikasikan blog, tahu apa itu pagerank dan alexa rank, dan SEO. Perlahan-lahan saya bangun kembali blog saya, membuat alamat baru, dan lebih spesifik lagi mengangkat tema-tema posting saya. Senmangat ngeBlog mas WikanPribadi bikin saya panas, yang katanya dia bisa membangun blog dengan pagerank 5 dalam waktu 3 bulan, bukan perkara gampang untuk melakukan hal itu(setidaknya bagi saya pelajar SMA). Sindrom blogaholic itu akhirnya merembet ke monthly report saya, jeblok! Dari yang biasanya 5 besar menjadi peringkat 20, dan bisa ditebak… Ortu langsung mengambil tindakan tegas dengan melarang saya mengakses internet kecuali Sabtu dan Minggu. ‘Kebijakan’ itu membuat saya putus asa, tidak mau lagi berurusan dengan namanya blogging, “Bikin nilai ancur aja!” kalimat nasihat ortu itu masih terngiang di telinga.

Sekali lagi, saat saya sedang browsing di warnet sekolah dan ‘tidak sengaja’ membuka AyoNgeBlog, saya membaca tulisan dari mas WikanPribadi dan membuat semangat saya terlecut untuk kembali blogging. Karena hanya bisa mengakses internet saat akhir pekan saja,(walaupun kadang curi-curi waktu) saya menulis ide posting saya di catatan harian dan mempublikasikannya belakangan. Secara pribadi, saya sangat takjub dengan mas WikanPribadi walaupun blognya sekarang masih suspended.

3. Salah Kaprah yang Diluruskan

Salah satu alasan banyak orang termasuk saya untuk ngeBlog adalah impian untuk ‘Kaya Mendadak’. Saat saya melihat tayangan di MetroTV yang membahas buku karangan Agus Hery Prasetyo yang mengatakan bisa meraup dollar lewat blog, membuat saya tergiur, bagaimana tidak? Di saat semuanya susah seperti sekarang ini tiba-tiba muncul cara mudah untuk mendapatkan uang banyak, bagaimana oran tidak tergoda? Tanpa pikir panjang lagi saya langsung pasang berbagai macam iklan mulai dari sistem PPC sampai Affiliate.

Setelah lama menunggu, uang yang diharapkan datang belum muncul juga. Ternyata ada satu masalah dan ini adalah masalah terbesar: kepopuleran situs. Saya baru menyadari bahwa advertiser memilih website atau blog yang populer dan layak untuk dipasangi iklan. Semakin sadar bahwa setiap IP hanya dihitung satu kali klik pertama saja. Sedangkan blog saya yang di search engine saja tidak muncul, masih jauh dari harapan untuk menjadikannya sebagai mesin uang.

Lebih jauh lagi, setelah saya disdarkan dengan tulisannya om Bambang Hariyanto. yang membedakan 2 penulis yang dikejar macan berbeda: penulis yang dikejar macan dari dalam dan penulis yang dikejar macan dari luar. Kalimat tersebut benar-benar menohok hati saya. Segera saja saya menghapus semua iklan di blog saya yang jumlahnya melebihi posting blog. Dan meluruskan niat saya yang mulanya blogging untuk uang menjadi blogging untuk ibadah dan berbagi.

Mmaka dari itu, saya ucapkan terima kasih banyak kepada AyoNgeBlog! Dan semua pihak di sana, semoga tulisan saya ini dimuat dan berguna bagi para blogger umumnya dan para blogger pelajar khususnya untuk selalu menjaga semangat serta niat baik untuk blogging. Keep blogging, Ayo ngeBlog!

Danu, e-mail : r.d.smatardz@gmail.com
blog : sekolahasyik.blogspot.com

Blog$preneur.com: Be Entrepreneur with Your Blog$

]]>
http://www.ayongeblog.com/2008/11/09/raditya-danu-pasang-surut-semangat-ngeblog-lika-liku-blogger-pelajar/feed/ 10
Inikah yang namanya seruan Ayo ngeBlog! http://www.ayongeblog.com/2008/11/07/inikah-yang-namanya-seruan-ayo-ngeblog/ http://www.ayongeblog.com/2008/11/07/inikah-yang-namanya-seruan-ayo-ngeblog/#comments Fri, 07 Nov 2008 15:42:23 +0000 wikan.pribadi http://www.ayongeblog.com/?p=370 Email 1:

dari indra budipratama
ke wikan.pribadi@gmail.com
tanggal 20 Oktober 2008 11:40
subjek Salam kenal

Selamat siang Mas Wikan, perkenalkan nama saya Indra mas. Saya kenal Mas Wikan dari komunitas Ayo ngeBlog, dan dari situ iseng ngintip Blog mas wikan yang menurut saya Ok bgt. Saya pengen mulai Blog juga karena pada dasarnya saya suka sharing & nulis, tapi saya bingung mulainya dari mana mas. Mohon sarannya y mas. Tq.

Regards,

Indra

Reply Email 1

dari Wikan Pribadi
ke indra budipratama
tanggal 20 Oktober 2008 12:29
subjek Re: Salam kenal

Siang Pa Budi

Terima kasih, telah mengunjungi Blog saya, jika anda suka menulis, untuk memulai membuat Blog tentu saja, anda cukup membuat sebuah blog, silahkan membuatnya di salah satu penyedia layanan blog gratis, antara lain:

1. http://www.wordpress.com
2. http://www.blogdetik.com
3. http://www.dagdigdug.com
4. http://www.blogger.com

Anda dapat membuat blog dengan nama anda, di domain2 tersebut, misalnya http://indrabudipratama.wordpress.com

Jika sudah memiliki Blog maka saatnya anda mem-posting tulisan anda :-) di Blog anda.

Buat target misalkan sehari anda harus membuat 1 buah tulisan untuk diposting, untuk menghias tampilan sambil berjalan, nanti lama-kelamaan anda pasti bisa, yang terpenting buat anda senang dulu untuk ngeblog.

Ok cukup dulu ya, disambung lain kesempatan, maaf cm sedikit tipsnya, klo mau ngobrol lebih jauh kita chatting via Yahoo Messenger saja (YM), account saya: wikan_pribadi

Salam Hangat
Wikan Pribadi

Reply > Reply Email 1

dari indra budipratama
ke Wikan Pribadi
tanggal 6 November 2008 17:22
subjek Re: Salam kenal

Sore Mas Wikan. Piye kabare? Apik tenan toh??he3. Masih setia nge-review website2 keren nih mas? Ohya mas, alhamdulillah saya sudah coba buat satu blog namanya: moiindra.wordpress.com. Lagi belajar nih mas, mohon dibagi ilmunya kalau berkenan ya mas. :)
Ohya Mas Wikan, saya kemarin coba untuk cari situs saya di google dengan memasukkan username saya, tapi kok tidak ada ya mas. . apa ada yang salah atau ada yang perlu di setting, mohon bantuannya mas :)
Thx for time and consideration, wait for the reply.

Regards,

Indra B

Conclusion
Seruan itu berguna (Ayo), berbagi itu membuat kita kaya salah satunya menjadi banyak teman, langkah pertama lah yang terkadang sulit, tetapi yang terpenting adalah kemauan belajar dan keinginan untuk maju, begitupun di dunia per-blog-kan. Sekali lagi Ayo ngeBlog ajak sebanyak2nya orang untuk ngeBlog terlepas dari apapun tujuannya, selama positif dan memiliki kontribusi bagi kemajuan peradaban, why not, berbuat itu lebih baik daripada diam. :-)

note: buat yang baca postingan ini, ditunggu komentarnya, secara apapun komentarnya lebih baik daripada ga komentar, hehehehe… ;-)

Blog$preneur.com: Be Entrepreneur with Your Blog$

]]>
http://www.ayongeblog.com/2008/11/07/inikah-yang-namanya-seruan-ayo-ngeblog/feed/ 12