Pelajaran dari tayangan tv di bulan Ramadhan

Di bulan suci Ramadhan ini, stasiun televisi punya jam tayang utama baru. Tidak hanya jam 7-10 malam seperti biasa, tapi juga di waktu sahur dan berbuka.

watching tv

StudioAraminta- Fotolia.com

Kalau teman-teman mengikuti berita, pasti tahu bahwa KPI cukup direpotkan di bulan Ramadhan ini. Hanya dalam satu minggu, kita sudah lihat ada dua tayangan yang dianggap bermasalah. Pertama sebuah acara di stasiun televisi. Kedua, tayangan adzan yang disisipi iklan.

Meski tv bukanlah blog, tapi pada dasarnya bisa ditarik garis merah. Kita ingin membuat tulisan (acara, kalau di tv) kita dibaca banyak orang. Beberapa dari kita, menampilkan iklan di blognya untuk mendapatkan pemasukan. Ada yang malu-malu, ada juga yang terlalu membabi-buta.

Ada pelajaran yang bisa kita tarik dari kedua hal tersebut, agar kita terhindar dari masalah serupa.

Buatlah tulisan yang positif, jangan mengejar rangking

Idealnya tentu, acara sahur diisi acara yang berkaitan dengan agama Islam. Bagusnya mendukung dan membantu para pemirsanya dalam beribadah di bulan suci ini. Sayangnya, banyaknya orang yang melek di jam itu, dianggap sebagai peluang untuk menarik orang untuk menonton stasiun tv tertentu.

Lawakan yang bersifat fisik dan bahkan kadang menghina. Seingat saya, di awal tahun 2000an trend ini sudah ada. Bukannya tayangan tv semakin baik, justru sekarang ditiru oleh hampir semua stasiun tv. Demi rating, tv yang semestinya membawa unsur edukasi, mengabaikan etika.

Bagaimana dengan blogger?

Blogger juga banyak yang mati-matian berusaha agar tulisannya di baca orang. Mulai dari memenuhi timeline di twitter, men-tag orang agar membaca note di facebook, sampai ke SEO. Yang terakhir ini yang ingin saya kaitkan dengan rating tv.

Banyak webmaster dan blogger yang mengagung-agungkan SEO agar blognya banyak di baca. Menurut saya SEO itu omong kosong. Perlu, tapi gak sepenting itu. Saya pernah juga mencoba software SEO yang bisa membantu saya mengoptimalkan rangking situs saya di search engine. Hasilnya?

Tulisan saya agak sulit di baca karena saya maksa untuk mengikuti panduan SEO yang ada. Banyak kata-kata yang harus diganti. Dan sedihnya, justru tulisan saya yang tidak saya optimalkan dengan software itu justru merupakan tulisan terpopuler di blog saya. Akhirnya saya berhenti menggunakan software itu.

Setiap search engine berusaha membuat hasil pencariannya relevan dan memberikan hasil terbaik untuk pembaca. Panduan SEO yang anda baca saat ini, belum tentu masih relevan tahun depan. Apakah anda akan mengupdate semua tulisan di blog anda supaya memenuhi panduan SEO yang baru? Kenapa kita tidak mulai saja menulis untuk pembaca, dan biarkan mereka menikmatinya?

Coba anda lihat blogger-blogger yang populer. Mereka punya banyak twitter follower, facebook fans, rss subscribers. Dari pengalaman saya, mereka bisa memberikan traffic yang jauh lebih tinggi dari search engine. Dan pada akhirnya, penulis dengan pembaca setia tinggi punya rating yang bagus di mesin pencari. Bukan blogger antah berantah yang memaksakan optimasi SEO.

Selain itu, banyak situs yang jumlah pengunjungnya anjlok setiap ada perubahan algoritma mesin pencari. Rekomendasi pengunjung tidak akan pernah turun selama tulisan anda bagus!

Jangan berlebihan memasang iklan

Anda memasang iklan di blog anda? Tidak ada masalah. Tapi jangan sampai berlebihan.

Iklan di dalam adzan tentunya sangat merendahkan. Sejujurnya, adzan magrib di bulan puasa mungkin memang acara dengan rating tertinggi. Banyak yang sudah bersiap di meja makan sambil menonton tv menunggu adzan magrib. Hal itu dianggap sebagai peluang untuk memasang iklan.

Tidak hanya itu sebetulnya. Banyak acara tv yang disisipi iklan. Acara masak-memasak yang diselipi iklan obat kolesterol sampai bumbu penyedap. Kenikmatan menonton acara itu jadi hilang karena iklan yang tidak pada tempatnya.

Memasang iklan buat memperoleh tambahan penghasilan (atau malah utama) memang menggoda. Tapi tidak ada gunanya dilakukan berlebihan. Banyaknya iklan tidak hanya akan mengganggu, tapi juga membuat pengunjung kebingungan. Dan pada akhirnya tidak melakukan apa-apa.

Percayakah anda, dari pengalaman saya, iklan AdSense yang paling banyak diklik ternyata justru di bagian bawah tulisan? Bukan banner besar di sidebar, bukan di header. Nilai uangnya bisa 3-4 kali dari spot iklan lain, meski dari jumlah impresi lebih kecil. Kenapa?

Pembaca situs yang sampai ke bagian bawah tulisan anda sudah memperoleh rasa percaya dan nyaman. Lalu mulai mencari apa yang bisa dilakukan setelah membaca tulisan anda. Adanya iklan di sana(atau umum juga orang menambahkan share button), akan jadi sasaran klik mereka.

Win-win solution. Mereka membaca tulisan anda tanpa terganggu. Lalu anda sendiri bisa memperoleh penghasilan dari iklan cukup baik.

Bagaimana dengan anda?

Apakah selama bulan Ramadhan ini ada pelajaran positif atau negatif yang bisa anda ambil?

Adakah saran yang bisa anda berikan bagi teman-teman yang lain untuk dapat ngeblog lebih baik lagi?

9 Responses to “Pelajaran dari tayangan tv di bulan Ramadhan”

  1. 8 August 2011 at 20:19 #

    Tulisan yang mantap nih!
    Senang blog ini sudah kembali hidup, setelah lama vacum. :)

    • 9 August 2011 at 7:50 #

      Semoga kontributor lain ikutan kembali aktif :)

  2. 15 August 2011 at 18:02 #

    Temanku menyarankan ngeblog pake bahasa inggris, tapi aku bingung karena bahasa inggrisku jelek xexe..

  3. 18 August 2011 at 23:01 #

    Benar juga gan …

  4. 19 August 2011 at 11:23 #

    mencerahkan!!!!

  5. 13 September 2011 at 3:26 #

    DENGAN HORMAT
    SAYA MENGUNDANG SELURUH BLOGGER INDONESIA UNTUK BERPARTISIPASI DALAM:
    1.MENULIS AUTOBIOGRAFI SINGKAT
    2.REVIEW TENTANG BLOG/WEBSITE MASING-MASING,DI http://penulis-indonesia.blogspot.com
    TERIMA KASIH

  6. 5 December 2011 at 11:26 #

    tapi aku kok ya miris dan pesimis ya melihat beragam tayangan tv menjelang, saat dan beberapa waktu setelah ramadhan. apapun labelnya, toh pada akhirnya semua itu tak lebih dari sekedar mencari dan menambah gemerincing uang bagi para pemilik modal.hehehe. miris

  7. 23 March 2012 at 3:41 #

    Cool. Salam kenal.

    Istalastu

Leave a Reply to rikad