3 Alasan Kenapa Blogger Pahlawan Bangsa

heroes

Tidak terasa sudah hampir 3 tahun saya ngeblog. Berpindah-pindah antara beberapa blog, hosting dan domain. Saat ini saya punya 5 blog, meski 2 diantaranya bisa dianggap blog personal yang sifatnya suka-suka: kadang diupdate kadang enggak.

Satu blog, saya beranikan diri menulis dalam bahasa Inggris. Isinya sebetulnya gak jauh berbeda dengan blog utama saya. Dalam 6 bulan, banyak pengalaman baru yang saya dapat di sana. Dan bisa dikatakan, sekarang sudah menjadi blog utama saya, menggantikan blog yang berbahasa Indonesia.

Orang Indonesia Juga Bisa!

Mungkin teman-teman banyak yang sudah tau banyak blogger lokal yang namanya sudah dikenal di seluruh dunia. Sebut saja Michael Hutagalung dan Isnaini yang theme-nya dipakai banyak orang. Masih banyak lagi tentu. Tidak hanya atlit yang meraih medali yang bisa mengharumkan nama bangsa. Mungkin mereka lebih harum namanya ketimbang miss Indonesia yang tidak pernah menang di ajang miss Universe.

Dan tentu, mereka tidak segan mencantumkan bahwa mereka berasal dari Indonesia. Prestasi mereka tentu akan mengharumkan nama bangsa juga. Meski bisa dibilang new comer di dunia blog luar (selama ini masih bercokol di lokal) saya juga memberanikan diri memasang profil saya di halaman about. Misalnya semua blogger lokal melakukan hal sama, saya pikir banyak orang akan berpikiran ‘Orang Indonesia juga bisa!’.


Informasi Wisata

Banyak orang yang bilang kalau wisata di Indonesia sebetulnya jauh lebih memikat ketimbang di Malaysia atau Thailand yang terkenal dengan Pattaya atau Phuket-nya. Yang mungkin membedakan adalah bangsa kita jarang memelihara fasilitas wisata itu dan mempromosikannya. Dari dulu slogannya tetap ‘Visit Indonesia year xxxx’ tanpa ada perubahan. Hanya angka tahunnya aja yg ganti. Bandingkan dengan Malaysia yang punya slogan ‘Malaysia Trully Asia’ dan juga memasang billboard besar di perempatan Kuningan ‘Calling all shopaholic’. Mereka punya visi, kita tidak.

Nah, kenapa kita enggak mempopulerkan budaya dan warisan bangsa lewat blog? Jangan seperti kasus batik yang diklaim Malaysia baru heboh. Bukan salah Malaysia juga, karena mereka memang punya batik, meski gak sebagus batik kita.

Populerkan juga bahwa Indonesia bukan hanya Bali! Menurut saya acara seperti koper dan ransel serta celebrity on vacation (maaf) sama sekali gak membantu. Saya percaya karya para blogger kita lebih bermutu daripada acara sarat iklan itu.

Pahlawan Devisa?

Yang ini sengaja saya taro di paling akhir dan diberi tanda tanya. Kita tahu cukup banyak blogger lokal yang berhasil meraup dollar dalam jumlah yang lumayan tiap bulannya. Uang dollar itu masuk ke Indonesia dan dibelikan barang kebutuhan di Indonesia. Mungkin dipake untuk beli sego pecel atau nongkrong di angkringan sambil memikirkan posting selanjutnya. Artinya mereka mendatangkan devisa. Ini bedanya dengan koruptor yang mengambil duit rakyat dan dibelikan barang-barang impor. Atau malah sekalian buat jalan-jalan keluar negri.

Kenapa saya kasih tanda tanya, ya karena gak semua blogger bisa sampai ke tahap itu. Kalau kita masih punya ratusan visitor sehari masih terjal jalan yang mesti dilewati. Meski kalau kita serius mengelolanya sebagai bisnis, kita bisa saja memperoleh nilai yang lumayan.

Jika teman-teman ingin sedikit gambaran, saya memiliki sekitar 400+ unique visitors perhari. Chitika memberikan saya sekitar US$ 1.8. Adsense sekitar US$ 2.5. Afiliasi Amazon memberikan sekitar US$ 3. Hanya sekitar US$ 7-8 perbulan. TIdak banyak. Saya memang juga tidak terlalu berharap banyak, karena blog itu memang baru berumur 6 bulan lebih. Tapi saya percaya 2-3 tahun lagi akan jauh lebih berkembang.

Sedikit tambahan info: saya baru saja mencoba menjual e-book tulisan saya sendiri di blog itu, dengan opsi pembayaran via Paypal. Dalam 10 hari, saya bisa memperoleh US$ 60. Sekitar 30x lebih banyak dari yang dihasilkan Adsense selama sebulan :) Saya sendiri berharap bakal merilis 1 e-book setiap beberapa bulan sekali. Jadi jangan putus asa kalau Adsense tidak memberikan hasil sesuai harapan. Mungkin, kelak teman-teman bisa jadi pahlawan devisa juga!

Ada alasan lain, kenapa blogger bisa disebut sebagai pahlawan bangsa?

8 Responses to “3 Alasan Kenapa Blogger Pahlawan Bangsa”

  1. 15 December 2009 at 18:05 #

    Selamat, Mas Edo atas prestasinya. Dan terima kasih sudah mau berbagi disini. Setidaknya pengalaman anda bisa memompa semangat para kawan blogger Indonesia yang kini trend statistiknya sudah mulai menurun untuk kembali eksis dan berkarya lewat blog.

    Happy blogging! Majulah blogosphere Indonesia.

  2. 15 December 2009 at 18:23 #

    wah ada pahlawan baru :)

  3. 15 December 2009 at 23:48 #

    wah kalau saya cuma bisa ucapin semoga tambah sukses

  4. 16 December 2009 at 22:56 #

    Pahlawan karena sudah berhasil ngehack situs2 Malaysia pada HUT Malay
    :)

  5. 21 December 2009 at 14:43 #

    @Jokostt, Rudis: Wah saya masih jauh dari sukses. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa jalan ke sana tidak mudah, tapi toh, blogger tetap jadi pahlawan tanpa tanda jasa :)

    @rusabawean: Apa iya, itu disebut pahlawan? :) Apa udah pasti pelakunya blogger? Saya ngeblog, tapi gak bisa ngehack…

  6. 22 December 2009 at 16:28 #

    tulisan yang inspiratif mas edo..

    saya paling kaget sekaligus seneng dengan yang terakhir: kalo PPC itu jalannya pelan2, dan jualan ebook lebih gede hasilnya daripada iklan PPC.. mudah2an ini bisa menyadarkan blogger2 yg tergiur kaya cepet lewat adsense ya :D

  7. 23 December 2009 at 9:22 #

    @Ilman: Adsense itu gak ada apa2nya :D Anggap saja sebagai bonus. Monetize blog itu bisnis, dan bisnis sebaiknya punya produk. Coba baca artikel di Problogger ini.
    Adsense sebaliknya, selain kecil, juga berbahaya karena kalau terlalu diumbar akan bikin pembaca ilfil dan malas balik lagi.

  8. 26 December 2009 at 22:59 #

    wooooooooooooooow

Leave a Comment