Catatan Pesta Blogger 2009

pestablogger.comDi kalangan narablog (blogger) tertentu, ada istilah “pemain lama”. Istilah ini tak merujuk ke prestasi, apalagi reputasi, cuma menunjukkan bahwa si narablog sudah lama ngeblog, lebih dari lima tahun. Saya sebagai setengah pemain lama untuk pertama kalinya datang ke Pesta Blogger 2009, di Jakarta, 24 Oktober lalu, di tengah 1.400-an peserta.

Kenapa pesta? Hanya nama. Sebetulnya sama dengan fest dan fiesta. Tapi kalau pakai festival, kadang diidentikkan dengan kejuaraan, yang harus ada pemenang. Kalau niatnya memang kumpul, atau kopdar akbar, kenapa juga pakai nama yang berat semisal seminar nasional atau muktamar nasional. Arsip e-mail para penggagas mungkin masih menyimpan usulan nama untuk bahan rapat PB 2007–PB yang pertama.

Apa boleh buat, kata pesta kadang diartikan sebagai pesta-pora. Padahal tidak. Tanpa nama pesta pun, acara lain yang mengumpulkan orang toh punya unsur menghibur dan ha-ha-hi-hi atas nama silaturahim. Padahal PB 2009, ini seperti dua PB sebelumnya, juga digelar beberapa diskusi serentak di ruang terpisah.
Solilokui

PB 2009 sangat menarik justru karena dalam dua tahun ini perkembangan media sosial sudah berubah cepat. Jejaring sosial Facebook sudah mewabah, beranggotakan 10,74 juta orang Indonesia (peringkat ketujuh dari sepuluh besar, dengan pertumbuhan pengguna xx persen). Adapun Twitter, meski bukan layanan baru, pada 2009 ini mengalami pertambahan anggota untuk wilayah Indonesia, sehingga terakhir anggotanya sekitar 1,5 juta orang. Diduga, penambahan ini berkaitan dengan penyebaran kampanye Indonesia Unite pascapengeboman Marriott dan Ritz-Carlton.

Facebook memang fenomenal. Inilah layanan Internet yang bisa menggiring mayoritas anggota membuka diri, dengan menyebutkan nama, kelahiran, domisili, dan menampilkan foto. Di forum dan milis, banyak orang bisa menjadi alias, untuk bergaul-maul secara maya dengan para penyandang alias yang lain. Di Facebook, untuk berjumpa kembali dengan kawan semasa TK, Anda tak mungkin menggunakan alias, kan? Kecuali alias yang Anda pakai memang menjadi nama baru yang diterima oleh semua orang yang tahu identitas Anda.

Facebook tak hanya membantu orang berteman dan membagikan pengalaman pribadi, sambil mengajak bernostalgia dengan foto-foto lama. Facebook juga memberi setiap anggota kesempatan untuk membagikan isi perasaan maupun pikiran dalam teks yang panjang dalam Notes. Lebih besar kemungkinan Notes dibaca dan dikomentari orang lain ketimbang menulis di blog sendiri. Di Facebook juga lebih besar kemungkinan penyebaran tulisan seseorang oleh orang lain, bahkan menyeberang ke kelompok kecil pertemanannya.

Adapun Twitter, sebagai mikroblog dengan kuota sepanjang SMS (140 karakter), mempermudah setiap orang untuk membagikan pengalamannya dan membagikan content yang ditemuinya–termasuk postingnya sendiri di blog. Hampir dipastikan ada respons (komentar) bahkan reaksi (yang disebarkan, re-tweet). Jejaring sosial dan media sosial itulah yang mempertegas kebutuhan orang akan konversasi. Kadang content hanya sampiran. Yang lebih penting adalah say hello dan ha-ha-hi-hi. Maka wajar jika sebagian narablog mengeluh blognya sepi. Sudah berkurang konversasi di blog, yang ada hanya solilokui.

Dengan latar seperti itulah PB 2009 digelar. Narablog datang, tapi sebagian kecil mungkin sudah tidak ngeblog lagi karena lebih aktif di Facebook dan Tweeter. Bagi saya, itu bukan masalah. Sebab, dari jejaring dan media sosial tetap ada content menarik yang melebihi “gw lg ngantuk”–kecuali kita tahu latar masalahnya kenapa (misalnya) sampai seminggu dia kurang tidur. Dari jejaring dan media sosial, kita menyaksikan mobilisasi dukungan terhadap Prita Mulyasari dan terhadap upaya pemberantasan korupsi. Tak mungkin itu digelombangkan kalau hanya oleh sejumlah penulis solilokui.

Mengecoh

Di tengah belantara teks, yang antara lain disumbangkan oleh mesin blog, muncullah halaman-halaman web yang memainkan SEO (search engine optimization). SEO-nya sendiri bagus. Sebab, itulah sumbangan teknologi agar pengguna Internet semakin mudah menemukan informasi yang spesifik. Tetapi yang terjadi sekarang adalah kesalahkaprahan, terutama bagi orang yang belum ngeblog. “Denger-denger, ngeblog bisa menghasilkan banyak duit, ya?” begitulah pertanyaan yang kerap saya terima.

Tentu bisa saja ngeblog mendatangkan uang, baik langsung maupun tak langsung. Yang langsung misalnya berupa iklan (Adsense dan sejenisnya), yang nilai perolehannya bergantung pada trafik di blog itu. Unsur utamanya adalah content. Kalau menarik, ya, didatangi orang. Adapun yang tak langsung, misalnya karena blognya bagus, dan si narablog itu populer, maka dia diminta menjadi kolumnis, pembicara seminar, bahkan mendapat endorsement dari sponsor untuk kegiatannya (misalnya laptop dan akses Internet).

Untuk blog dengan isi yang ditulis melalui perasan darah, keringat, dan air mata (halah–kata orang sekarang), SEO yang efektif akan sangat membantu ketenaran blognya, dan ujung-ujungnya adalah trafik. Selain SEO, tentu, ya aktif di Facebook dan Tweeter. Itu semua bagus.

Meskipun begitu, ada juga content bermesin blog yang isinya asal-asalan, bahkan cuma copy and paste, karena yang penting sangat ramah SEO. Ada “blog” yang berisi banyak kata kunci yang diulang-ulang sejak judul sampai paragraf terakhir. Buat apa? Supaya terendus Google dan lainnya, sehingga trafik halaman web itu naik, lantas setelah itu iklan yang dipasangnya mendatangkan uang.

Coba cari “mp3 indonesia”, “tiket pesawat murah”, dan “nama bayi” di Google. Ada saja halaman pengecoh yang tak bercerita apa-apa, tetapi tampilannya seperti blog, bahkan tanggalnya secara otomatis muncul sebagai edisi hari ini, dan banyak iklannya! Pemilik “blog” macam ini kian banyak, sehingga kita bertanya apa yang sedang mereka bikin untuk mewujudkan sebuah karung besar bernama “content Indonesia”. Tapi, lama-kelamaan, pengguna Internet bisa membedakan mana yang pengecoh dan mana yang bukan.

Antyo Rentjoko, blogger di sejumlah tempat, terpusat di antyo.rentjoko.net

Sumber, Harian Tempo, Selasa 03 November 2009

10 Responses to “Catatan Pesta Blogger 2009”

  1. 6 November 2009 at 9:23 #

    wah saya kok kurang setuju notes lebih banyak dapat respon, ya kalau dengan teman2 seh mungkin ya. tapi blog peluang dapet respon dari yang tidak kita kenal pun bisa karena kelacak google. kalo akhirnya banyak blogger lebih suka nulis di notes mungkin karena kalau di blog kita harus telaten ngurusnya, sikap telaten itu yang saya rasa udah jarang banget dimiliki oleh blogger sekarang (yang penting trafik) moga2 kita semua ndak kayak gitu ya :)

  2. 9 November 2009 at 14:18 #

    iya juga seh, banyak sekali yang review posting buat hari ini.

  3. 11 November 2009 at 22:10 #

    benar saya pernah nemu blog yg berada di hal 1 google, setelah saya buka isinya sama sekali tidak ada, saya coba cari dan klik sana-sini eeehh tetap kembali ke halaman depan, akhirnya cabut deh

  4. 11 November 2009 at 22:12 #

    punya blog harusnya benar-benar dikelola dengan baik, bukan apa-apa sih, artinya kita memang memberikan apa dibutuhkan share informasi kepada sobat lainnya. kalo blog sampai 2-3 bulan tidak di update kan sayang..makasih share pengalamannya yaa

  5. 18 November 2009 at 17:26 #

    Iya neh, banyak yang punya blog isinya cuma iklan… trus kalo komentar nyepamm lagee..

    mending kalo iklan bermutu (emang ada..?) lah itu isinya MLM pula

  6. 21 November 2009 at 20:29 #

    Nah itu dia, sayangnya mental orang Indonesia tidak semuanya baik. Padahal, kegiatan ‘tembak keyword’ itu sangat merugikan blogger-blogger awam. Karena blogger-blogger awam harus ‘bertanding’ dengan penembak keyword yang notabene cukup sulit dilawan. Mudah2an kedepannya para search engine dapat memilah-milah mana yang merupakan penembak keyword dan mana yang bukan.

    Btw, Nice Article!

  7. 24 November 2009 at 14:41 #

    Seharusnya blog haruslah disesuaikan dengan kontek dan jangan hanya menembak keyword yang tidak sesuai dengan kontek.

  8. 24 November 2009 at 23:25 #

    sayang sekali PB 2009 saya lewatkan.. semoga lain kali bisa ikut berpartisipasi.. :)

  9. 25 November 2009 at 18:46 #

    notes di fb dapat banyak komentar karena faktor K: kekerabatan. jadi, ngebog selalu lebih asik :D
    blog buat saya pribadi adalah pamflet gelap, buku diary, jurnalistik dan bolak-balik di antara ketiganya. hihi

Trackbacks/Pingbacks

  1. muhammadabduh.com » Blog Archive » Sponsored Tweets, Kata adalah Uang - 8 February 2010

    [...] » Alamat dan nomor telepon baru kami… Logo Garuda Flexi Bandung « MAINBASKET Catatan Pesta Blogger 2009 Kompetisi 12Tweet dari XL Axiata. Menangkan Piaggio Fly, New Honda Vario da.. Buku Gratis: Naked [...]

Leave a Comment