Blog, Media dengan Status Unik dan Segmen Pembaca

20.000 a day start a blog from London Underground Tube Diary

20.000 a day start a blog from London Underground Tube Diary

Sesungguhnya apa yang disebut sebagai sebuah media massa adalah media cetak dan elektronik saja. Sampai saat ini, sepanjang pengetahuan saya media internet atau online tidak termasuk ke dalam media elektronik. Karena itu internet termasuk ke dalam kategori new media, hal ini dikarenakan unsur media massa dari media internet yang belum semuanya bisa terpenuhi. Unsur-unsur tersebut adalah : Komunikator (pemberi pesan) yang profesional dan terlembaga, Komunikan (penerima pesan) yang heterogen dan pesan yang serentak serta kontinu.

Salah satu media online yang saya yakin akrab dengan kita adalah blog. Untuk memenuhi unsur media massa jelas blog tidak bisa masuk ke dalamnya. Sebagian besar blog yang ada di dunia maya bukanlah milik komunikator yang profesional dan terlembaga, justru jumlah pemilik blog yang individu yang nampaknya lebih banyak dan mereka dari beragam latar belakang yang berbeda (tidak selalu profesional). Walaupun di luar negeri ada beberapa personal blog yang dimiliki oleh karyawan perusahaan besar dan ditujukan untuk branding dan promosi perusahaannya, namun tetap saja blog ini adalah blog yang diatasnamakan secara personal.

Atas dasar inilah maka blog bisa dikatakan sebagai sebuah media yang unik, sebagai sebuah media ia adalah penyampai pesan kepada khalayak luas, namun ia bukanlah produk jurnalistik professional. Kalau menurut blog dunia anggara blog itu berada di antara karya jurnalistik dan pamflet gelap, namun saya sendiri lebih suka mengkategorikannya sebagai media alternatif. Alternatif, berarti adalah opsi lain di luar yang sudah ada. Maka blog sebagai media alternatif adalah pilihan pencarian informasi, wawasan dan pengetahuan di luar media umum. Begitu pula blogger sebagai pemilik blog, blogger meskipun ia adalah anak SMA, Mahasiswa, Guru, Ibu Rumah Tangga namun ia adalah para penggagas alternatif.

Namun meskipun sebagai media alternatif, blog punya kekuatan. Saat ini blog bisa dikatakan memiliki kekuatan yang sepadan dengan media-media umum. Terutama dalam hal kecepatan penyajian berita, apa lagi microblogging juga tengah ”menjamur”. Dalam istilah jenis berita bisa dikatakan kalau microblogging itu menyajikan straight news atau breaking news sedangkan blog menyajikan in-depth news atau feature.

Nah sebelum saya terlalu banyak berbicara soal konsep jurnalistik, saya akan kembali ke jalan yang benar postingan kali ini *halah*.

Sebuah media massa apapun bentuknya pasti memiliki pembaca, pemirsa, penonton, pendengar, penikmat dan sebutan lainnya untuk audien. Audien ini biasanya akan menjadi setia dalam artian akan selalu membaca, memirsa, menonton atau mendengar media yang disukai dan menurutnya memberikan banyak informasi bermanfaat. Audien inilah yang akan  menjadi pelanggan setia dari sebuah media massa. Namun ada satu sifat khas dari audien yang menjadi pelanggan setia ini, yaitu homogen baik dari usia, kelas sosial, hobi, pekerjaan, bahkan jenis kelamin meskipun tidak 100 %. Oke, sebaiknya saya memberikan contoh biar kita sama-sama tidak bingung ya.

  1. Harian Kompas, kita tahu adalah salah satu media cetak yang cukup popular saat ini. Hampir setiap paginya kita akan menjumpai orang membaca harian yang didirikan P.K. Ojong dan Jakob Oetama ini, namun coba anda perhatikan siapa yang paling banyak membaca Kompas? Melihat konten dan bahasa yang bisa dikatakan cukup “berat” dan mendalam, Kompas cenderung dibaca oleh kalangan menengah ke atas, dengan usia kira-kira 25-50 tahun. Bandingkan dengan Jawa Pos (di Jakarta Indo Pos), dengan konten dan bahasa yang ringan dan cukup mudah dipahami maka Jawa Pos biasa dibaca oleh kalangan menengah ke bawah dan mungkin sebagian kalangan atas, kisaran usia 20-50 tahun.
  2. Global TV, coba kita perhatikan program-programnya. Bisa dikatakan cukup beragam, mereka punya Nicklodeon untuk acara anak, MTV untuk acara musik dan anak muda dan acara-acara lainnya. Maka bisa dikatakan audien Global TV adalah keluarga, khususnya keluarga muda. Berbeda dengan RCTI meskipun mungkin sama-sama ditonton oleh keluarga, namun kecenderungan pemirsanya adalah keluarga yang sedikit lebih tua.

Lingkup audien dengan karakteristik itulah yang dinamakan segmen. Maka kalau koran, majalah dan tabloid punya segmen pembaca. TV dan radio punya segmen pemirsa dan pendengar. Nah bagaimana dengan blog? Blog pun punya segmen pembaca, melihat segmen ini bisa dilihat dari konten blog itu seperti apa, misalnya ayongeblog.com ini ditujukan untuk segmen pengunjung blogger aktif, blogger kurang aktif bahkan mereka yang bukan blogger. Blog lain seperti bandungkeun.com yang membahas tentang informasi seputar kota bandung sehingga segmen pengunjungnya adalah warga kota Bandung sendiri plus wisatawan yang ingin mengetahu apa saja yang ada di Bandung, contoh lain bloggerngalam.com yang merupakan blog komunitas bagi para blogger yang ada di kota Malang, maka sudah pasti segmen pengunjungnya adalah para blogger di kota Malang.

Dengan melihat konten serta gaya bahasa dari sebuah blog plus halaman “tentang blog” (kalau ada) maka kita akan tahu apa segmen pengunjung blog ini. Pengunjung blog yang termasuk dalam bisa dikatakan pengunjung setia apabila rajin berkomentar atau bahkan berlangganan artikel-artikel yang ada dalam blog tersebut (Visitor Loyalty), sehingga mereka yang mampir tanpa sengaja (pencarian kata kunci di google lalu “kesasar” ke sebuah blog) dalam pandangan saya tidak bisa dikategorikan segmen pengunjung sebuah blog. Sedangkan untuk blog personal, ini juga agak sulit sih menentukan segmen pengunjung blognya, kecuali para blogger yang sudah terkenal seperti Jonru atau Romi Satria Wahono yang blognya sangat ramai dikunjungi.

Oke, Semoga Bermanfaat ya! Blog itu Unik maka kalau ngeblog kita akan menjadi bagian dari keunikan itu. Salam!

3 Responses to “Blog, Media dengan Status Unik dan Segmen Pembaca”

  1. 19 October 2009 at 12:48 #

    Saya pikir kekuatan lain dari blog adalah penulisnya tidak terlalu memikirkan pernik-pernik dari segmen itu, dan mengkaitkannya dengan profit. Coba kita lihat media utama seperti buku tutorial. Menurut saya kebanyakan (maaf) basi. Terlalu umum, terlalu dangkal, dan sebagainya. Coba kalau kita butuh trik yang lebih spesifik, cari di search engine. Mayoritas yang muncul adalah link ke blog.
    Media utama harus memperhitungkan oplah, biaya cetak, dan berapa exemplar harus terjual. Blog, meski marketnya jadi lebih kecil, tapi cukup besar untuk publisher kecil (blogger maksudnya)…

  2. 22 October 2009 at 9:24 #

    ya mas edo, karena blog punya keunggulan dalam praktis, simpel dibanding media utama yang mungkin harus melalui alur redaksi dulu kalau menyajikan berita

  3. 29 December 2009 at 10:12 #

    Siap!! hehehhe..
    Info ini semakin menginspirasi saya untuk mendalami Blog. Sekarang baru merasakan ketagihan untuk menambah ilmu nge-Blog.
    Thanks Berat…

Leave a Comment