Menyikapi ‘Pertikaian’ Blogger dengan Roy Suryo

Terus terang saja, malas sebenarnya menulis tentang ini lagi. Haree genee geto loh.. hehe. Namun posting Riyogarta yang menulis ‘tantangan’ dialog dengan Roy Suryo membuat saya tertarik nimbrung lagi, diawali dengan sebuah pertanyaan: bagaimana sih kita menyikapi masalah antara Roy dengan para blogger?

Setelah blogwalking kesana kemari, memang tidak terhindarkan ketika kita menemukan banyak kemarahan disana sini. Ketika Roy menuding blogger sebagai salah satu biang kasus defacing situs Depkominfo (salah duanya menurut Roy adalah para hacker), itu sama saja dengan menyamaratakan semua blogger. Ya wajar sajalah kalau semua marah. Jadi amarah adalah sikap pertama yang ditunjukkan di banyak blog. Siapa toh yang nggak marah kalau merasa dituduh?  Ya ada sedikit rasa bangga juga sih. Maklum saya baru kenal komputer kemarin sore sudah  dianggap bisa men deface situs depkominfo hehehehhh..

Masalahnya, kalau kita tarik jauh ke belakang, tahukah kita sebenarnya apa yang mendasari ‘dendam kesumat’ Roy terhadap pihak yang ia sebut blogger itu? Tahukah kita siapa yang ia maksud dengan para ‘blogger’ itu? Tahukah kita sejarah yang melatarbelakangi pertikaian itu? Apakah reaksi kita lebih didasarkan pada emosi karena merasa ikut dituding oleh Roy gara-gara kasus defacing websitenya Pak Nuh cs itu atau karena ada hal lain?

Bisa jadi.. sekali lagi bisa jadi, pertanyaan-pertanyaan seperti di atas itulah yang melatarbelakangi sikap seorang Riyogarta yang kemudian mencoba membuka jalur dialog dengan Roy seperti yang diposting di blognya itu. Ini juga sikap, toh? Sama, mungkin, dengan sikap yang diungkapkan oleh Bang Jarar dalam postingnya ini.

So, anda pilih sikap yang mana? Saya sih orangnya emosional juga kok. Malah termasuk yang pernah ikut memaki-maki beliau jauh sebelum kasus terakhir ini dimana dia terkesan menyamaratakan para blogger. Namun saat emosi reda, saya baru sadar kalau saya tidak pernah tahu apa duduk permasalahannya dan cuma ikut-ikutan belaka. Akhirnya demi memuaskan penasaran saya pernah mencoba mencari tahu, meski baru searah dari pihak Roy sendiri.

Dan kini Riyo mengajak Roy untuk dialog. :) Namanya dialog tentu dua arah. Jujur saja saya berharap dialog ini bisa terlaksana bahkan sudah mencoba menghubungi beliau meskipun belum berhasil. Ada yang bisa bantu?

Alasannya sih buat saya sederhana saja: Ketika harus mengungkapkan ketidak setujuan terhadap analisa Roy tentang berbagai kasus yang memang banyak mengundang pertanyaan, saya ingin mengungkapkannya dengan obyektif dan terfokus dan saya juga berharap Roy akan melakukannya dengan cara serupa.

Soalnya sampai sekarang saya masih yakin bahwa perang pernyataan tentang kasus apapun yang melibatkan Roy dan sejumlah Blogger semakin lama tidak obyektif dan tidak fokus pada masalah, melainkan lebih dilatar belakangi oleh dendam dan kekesalan masa lalu..

Bukankah akan lebih bermanfaat bagi semua orang kalau kita luruskan dulu semua masalah, dan melanjutkan perdebatan entah itu soal foto porno atau soal UU ITE atau soal apapun dengan lebih santai…

Bagaimana menurut anda?

23 Responses to “Menyikapi ‘Pertikaian’ Blogger dengan Roy Suryo”

  1. 4 June 2008 at 10:24 #

    Kitakan bisa share tentang pribadi kita..

    Mau cerita Lucu,
    klik di
    httP://ceritahandy.blogspot.com

Trackbacks/Pingbacks

  1. Undangan Dialog Terbuka untuk Sdr. Roy Suryo | Ayo ngeBlog! - 3 April 2008

    [...] ini ada sebuah kabar gembira dari Riyogarta, bahwa dialog terbuka dengan Roy Suryo akhirnya diselenggarakan, dan Roy Suryo [...]

  2. Kaleidoskop Blogosphere Indonesia 2008 - 31 December 2008

    [...] Suryo bikin kesal blogger lagi, dengan menyamakan blogger dengan hacker. Blogosphere Indonesia gonjang-ganjing saat itu menyikapi Roy [...]

Leave a Comment